Umbulharjo,REDAKSI17.COM – Proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Yogyakarta tahun 2026 terus berlanjut. Dari ratusan pendaftar, kini tersisa 80 pasang calon peserta yang akan mengikuti tahapan seleksi berikutnya, yaitu tes kesehatan dan postur tubuh.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Kesatuan Bangsa Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Yogyakarta, Bernadus Bayu Laksmono, dalam jumpa pers di Kantor Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Yogyakarta, Selasa (7/4).

Bayu menjelaskan, Paskibraka merupakan kader muda terbaik bangsa dari kalangan pelajar SMA/sederajat yang disiapkan untuk bertugas mengibarkan dan menurunkan duplikat bendera pusaka pada peringatan HUT Kemerdekaan RI.

“Pada tahun 2026 ini merupakan kali ketiga kami (Badan Kesbangpol) menyelenggarakan program Paskibraka di Kota Yogyakarta, setelah sebelumnya pada 2024 dan 2025,” ujarnya.

Bayu menerangkan, proses seleksi Paskibraka dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional. Penyelenggaraan di tingkat nasional berada di bawah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), sementara di daerah dilaksanakan oleh Kesbangpol.

Menariknya, pengumuman hasil seleksi dilakukan dari tingkat atas terlebih dahulu, dimulai dari nasional, kemudian provinsi, hingga kabupaten/kota.

Proses seleksi diawali dengan sosialisasi ke sekolah-sekolah pada Januari, dilanjutkan pendaftaran online pada 12–27 Februari. Dari total 319 pendaftar yang mengunggah berkas, sebanyak 265 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi dan mengikuti tahapan tes awal.

Seleksi tahap awal meliputi tes Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) dan Tes Intelegensia Umum (TIU) yang dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Perisai Paskibraka.

“Hasilnya, saat ini kita mendapatkan 80 pasang, terdiri dari 80 putra dan 80 putri yang lolos ke tahap berikutnya,” jelas Bayu.

Tahapan berikutnya yang akan dilaksanakan pada 11 April 2026 adalah seleksi kesehatan, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, TNI, dan Polri. Dalam tahap ini, peserta akan menjalani pemeriksaan tinggi dan berat badan, kesehatan mata, hingga tes urin bagi peserta putri.

Selain itu, dilakukan pula seleksi postur tubuh untuk memastikan kondisi fisik ideal, seperti posisi bahu, bentuk kaki, hingga indikasi kelainan fisik lain yang dapat mempengaruhi kemampuan baris-berbaris.

Setelah itu, peserta akan mengikuti seleksi parade, kesamaptaan (kebugaran fisik), dan Peraturan Baris Berbaris (PBB), hingga tahap akhir berupa seleksi kepribadian dan wawancara.

Dalam seleksi kepribadian, peserta juga diuji pemahaman terhadap budaya lokal Yogyakarta, seperti kemampuan membaca aksara Jawa, pengetahuan pariwisata, hingga potensi seni yang dimiliki.

Dari seluruh rangkaian seleksi, nantinya akan dipilih 23 pasang (23 putra dan 23 putri) sebagai Paskibraka Kota Yogyakarta. Selanjutnya, delapan pasang terbaik akan dikirim ke tingkat provinsi untuk mengikuti seleksi lanjutan.

“Di tingkat nasional, setiap provinsi akan mengirimkan dua orang, satu putra dan satu putri. Alhamdulillah, dua tahun terakhir Kota Yogyakarta berhasil meloloskan perwakilan hingga tingkat nasional,” ungkap Bayu.

Tidak hanya kemampuan fisik, aspek kepribadian dan rekam jejak digital juga menjadi perhatian dalam seleksi. “Kepribadian, kepemimpinan, serta bagaimana mereka bermedia sosial juga akan dilihat. Ini penting agar Paskibraka tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki karakter dan integritas,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kota Yogyakarta, Retina Nur Faizah Rumdono, menyampaikan bahwa DPPI berperan dalam mendampingi dan membina para calon Paskibraka.

Menurutnya, Paskibraka tidak hanya membentuk kemampuan baris-berbaris, tetapi juga mengasah keterampilan sosial, kepemimpinan, dan pengembangan diri.

“Paskibraka menjadi wadah untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki kemampuan sosial dan menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Ia juga membagikan tips bagi peserta agar menjaga kesehatan, percaya diri, serta mempersiapkan diri dengan baik di setiap tahapan seleksi.