JAKARTA,REDAKSI17.COM — Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) melalui Bidang Pembinaan Masyarakat Rentan dan Disabilitas (BPMRD) secara resmi menganugerahkan penghargaan Duta Sahabat Inklusif (Sahabatin) PKS kepada Hariyanto dalam sebuah kegiatan pembinaan dan apresiasi kader di Jawa Timur.
Penganugerahan ini merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi, ketekunan, dan keteladanan Hariyanto dalam membaca, menghafal, serta mengamalkan Al-Qur’an di tengah keterbatasan yang dimiliki. Lebih dari itu, kehadiran beliau menjadi simbol nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih kemuliaan dan memberikan kontribusi bagi umat.
Dalam sambutannya, Ketua DPP PKS Bidang PMRD, Netty Prasetiyani menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bagian dari komitmen PKS dalam menghadirkan ruang-ruang inklusif serta memperkuat keberpihakan kepada kelompok rentan dan penyandang disabilitas.
“Penganugerahan ini bukan sekadar simbol apresiasi, tetapi juga bentuk penegasan bahwa PKS hadir sebagai partai yang tidak hanya bergerak dalam ruang politik, melainkan juga dalam penguatan nilai-nilai kemanusiaan, edukasi, dan literasi yang berkeadilan. Ustadz Hariyanto adalah inspirasi hidup bahwa keterbatasan bukanlah hambatan untuk dekat dengan Al-Qur’an dan berkontribusi bagi masyarakat,” ujar Netty.
Lebih lanjut, Netty menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif, baik di internal partai maupun di tengah masyarakat, agar semakin terbuka terhadap isu disabilitas dan mampu menghadirkan kebijakan serta program yang inklusif dan berkeadilan.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, PKS juga menginisiasi Gerakan Sayangi Rentan dan Disabilitas (AKSES PKS) sebagai gerakan nasional yang mendorong penguatan kepedulian, peningkatan aksesibilitas, serta pemberdayaan kelompok rentan dan penyandang disabilitas.
Melalui gerakan ini, PKS berupaya menghadirkan pendekatan yang lebih sistematis—mulai dari edukasi publik, advokasi kebijakan, hingga penguatan program-program berbasis komunitas yang inklusif dan berkelanjutan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 menunjukkan bahwa sekitar 17,9 juta penduduk Indonesia merupakan penyandang disabilitas. Hal ini menjadi dasar penting bagi PKS untuk terus memperkuat edukasi, literasi, dan pemberdayaan, sehingga tidak ada satu pun yang tertinggal dalam proses pembangunan bangsa.
Sementara itu, Hariyanto menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia mengaku penghargaan ini menjadi amanah besar yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas penganugerahan ini. Ini bukan hanya sebuah penghargaan, tetapi juga amanah yang harus saya jaga. InsyaAllah saya bertekad untuk terus belajar, meningkatkan kualitas dalam membaca, menghafalkan, dan mengamalkan Al-Qur’an, serta berharap dapat terus memberikan manfaat dan inspirasi bagi banyak orang,” ungkapnya.
PKS berharap penganugerahan ini tidak berhenti sebagai seremoni semata, melainkan menjadi pemantik gerakan yang lebih luas dalam membangun kesadaran, kepedulian, dan keberpihakan terhadap kelompok rentan dan penyandang disabilitas di Indonesia.
Melalui langkah ini, PKS menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan dakwah yang inklusif, memuliakan setiap insan, serta menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai fondasi dalam membangun peradaban yang berkeadilan dan berkemajuan.



