Cuba,REDAKSI17.COM – Baru-baru ini, China mengirimkan 60.000 ton beras ke Cuba sebagai bantuan darurat yang disetujui oleh Presiden Xi Jinping pada Januari 2026. Pengiriman pertama berangkat sekitar 20 Maret dan diharapkan membantu mengurangi krisis pangan serius yang sedang dialami negara kepulauan tersebut.
Sebagai gambaran, sekitar 11 juta penduduk Kuba mengonsumsi kurang lebih 600.000 ton beras setiap tahun. Artinya, bantuan 60.000 ton dari China dapat memenuhi kebutuhan beras negara itu selama lebih dari satu bulan. Beras merupakan makanan pokok utama di Kuba, dengan rata-rata konsumsi mencapai 60–70 kg per orang per tahun, termasuk salah satu yang tertinggi di dunia di luar Asia.
Krisis pangan di Kuba terjadi karena produksi beras dalam negeri turun drastis. Pada tahun 1985, negara ini mampu menghasilkan sekitar 524.000 ton beras, namun pada 2023 produksinya merosot menjadi hanya sekitar 27.000 ton atau turun lebih dari 94%. Penyebabnya antara lain kekurangan pupuk, bahan bakar, peralatan modern, serta masalah irigasi dan air yang berdampak besar pada sektor pertanian.
Selain bantuan pangan, China juga memberikan dukungan keuangan sekitar 80 juta dolar untuk membantu Kuba membeli peralatan listrik dan mengatasi krisis energi yang menyebabkan pemadaman listrik berkepanjangan di berbagai wilayah. Bantuan beras dikirim melalui pelabuhan utama seperti Havana dan Santiago de Cuba untuk segera didistribusikan kepada masyarakat.
Menurut perwakilan diplomatik China, bantuan ini mencerminkan hubungan persahabatan yang kuat antara kedua negara serta komitmen untuk saling membantu di masa sulit. Selain China, beberapa negara lain juga turut memberikan bantuan kemanusiaan, termasuk Brasil dan berbagai organisasi internasional yang mengirim pasokan makanan dan kebutuhan penting lainnya.
Sumber:
CiberCuba (2026), Latin Times (2026), AP News (2026), Wikipedia – 2026 Cuban crisis, serta laporan diplomatik terkait bantuan China ke Kuba.





