Washington,REDAKSI17.COM – Direktur Eksekutif dan Perwakilan Utama Organisasi Visi Patriotik (PVA) di PBB, Mohamad Safa, menyoroti pengeboman AS-Israel di Iran dengan mempertanyakan pelabelan dan pembenaran atas tindakan itu.
Ia membayangkan, seandainya Iran yang melakukan serangan itu akan disebut atau dicap sebagai teroris.
“Bayangkan jika Iran mengebom Washington, membunuh Presiden AS, para politisi, diplomat, dan jenderal-jenderal tertingginya, apa yang akan Anda sebut itu? Teroris,” ujarnya melalui Facebook, dikutip NU Online pada Selasa (24/3/2026).
Berbeda dengan Iran, jika AS yang mengebom dulu, maka mereka klaim sebagai tindakan pre-emptive strike, yakni menyerang duluan karena yakin musuh akan segera menyerang.
“AS mengebom Teheran, membunuh kepala negaranya, politisi, diplomat, dan jenderal-jenderal tertingginya. Mengapa Anda menyebutnya sebagai “serangan pendahuluan” (pre-emptive strike)?” tanya dia.
Safa tidak mengambil kesimpulan dalam tulisan singkatnya itu. Ia mempertanyakan atas agresi AS-Israel kepada Iran yang Washington labeli sendiri sebagai pre-emptive strike—serangan kejutan untuk mencegah pihak lawan menyerang terlebih dahulu, sering kali dilakukan tanpa deklarasi perang resmi.
Pada Selasa lalu, Joe Kent mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur Pusat Kontra-terorisme Nasional, dengan mengatakan dalam surat pengunduran diri yang dipublikasikan bahwa Iran tidak menimbulkan “ancaman langsung” bagi AS dan mengkritik Trump atas perang tersebut.
Terpisah, berdasarkan Undang-Undang Kekuatan Perang (War Powers Act), presiden AS dapat melakukan operasi militer selama 60 hari tanpa persetujuan dari Kongres.
Sejauh ini, tulis Associated Press pada Sabtu, Partai Republik—partai pendukung Trump—dengan mudah menolak beberapa resolusi dari Partai Demokrat yang dirancang untuk menghentikan kampanye militer tersebut.
Namun, kata para anggota parlemen, pemerintah AS perlu menunjukkan strategi yang lebih komprehensif ke depan atau berisiko mendapat reaksi negatif dari Kongres, terutama karena mereka secara bersamaan diminta untuk menyetujui miliaran dolar pengeluaran baru.




