Home / Nasional / Irak Kasih Sinyal Gabung Iran untuk Lawan AS dan Israel

Irak Kasih Sinyal Gabung Iran untuk Lawan AS dan Israel

Teheran,REDAKSI17.COM – Irak memberikan sinyal bakal bergabung dengan Iran dalam melawan Amerika Serikat dan Israel.

Sinyal itu diberikan setelah Amerika Serikat (AS) melakukan agresi yang tidak beralasan dan pelanggaran berat terhadap kedaulatan Irak.

Dimana drone AS menargetkan markas Popular Mobilization Units (PMU) Irak hingga menewaskan 15 orang.

Usai serangan tersebut Perdana Menteri Irak Mohammed Shia al-Sudani mengadakan pertemuan darurat Dewan Menteri untuk Keamanan Nasional.

Seorang juru bicara panglima tertinggi angkatan bersenjata seperti dimuat Press Tv mengatakan bahwa pihak Irak tidak akan tinggal diam atas serangan AS terhadap lembaga keamanan Irak.

“Kami telah memutuskan untuk menanggapi serangan yang dilakukan oleh pesawat tempur dan drone AS yang menargetkan markas dan formasi Unit Mobilisasi Rakyat, sesuai dengan prinsip hak membela diri.”

“Kami telah memutuskan untuk mengejar mereka yang terlibat dalam serangan terhadap lembaga keamanan dan misi diplomatik.”

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Irak mengajukan pengaduan resmi kepada Dewan Keamanan PBB dan telah memanggil pihak diplomat AS di Irak.

Tokoh-tokoh senior Irak telah menyatakan kemarahan atas eskalasi dan kekejaman yang menargetkan Republik Islam.

Sementara itu tentara Iran IRGC mengajak negara-negara muslim untuk bersatu melawan AS.

Juru bicara Markas Besar Khatam al-Anbiya Iran mengatakan bahwa Iran saat ini di posisi sebagai pelindung negara-negara Arab.

Sebaliknya, AS dan Israel justru hanya memanfaatkan negara-negara Arab.

“Apa manfaat yang telah diberikan pangkalan-pangkalan AS kepada Anda? Jika Israel menyerang Anda, akankah Amerika menembakkan satu peluru pun untuk membela Anda?” tanya IRGC.

Oleh karena itu ia menyerukan negara-negara di kawasan itu untuk menghindari ketergantungan pada kekuatan eksternal, kembali kepada ajaran Al-Quran.

Iran mengajak negara-negara Arab membangun sistem keamanan kolektif, serta menyatakan kes readiness Iran untuk membentuk persatuan militer dan keamanan tanpa kehadiran AS atau Israel.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *