KALIMANTAN TENGAH,REDAKSI17.COM – Penguatan ekonomi kerakyatan tidak dapat dilepaskan dari peran sektor pertanian yang menjadi tumpuan hidup sebagian besar masyarakat di daerah. Dalam konteks ini, keberpihakan terhadap petani lokal menjadi faktor kunci untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif sekaligus berkelanjutan.
Di tengah tuntutan peningkatan ketahanan pangan, optimalisasi potensi pertanian masyarakat masih menghadapi berbagai tantangan. Keterbatasan akses terhadap permodalan, teknologi, hingga pendampingan menjadi hambatan yang kerap mengurangi produktivitas serta kesejahteraan petani di lapangan.
Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Sengkon, menekankan pentingnya kehadiran pemerintah dalam memperkuat dukungan terhadap petani lokal. Menurut dia, kelompok ini memiliki peran strategis sebagai penyedia utama kebutuhan pangan sekaligus penggerak ekonomi kerakyatan di daerah.
Dia menyampaikan bahwa lahan pertanian milik masyarakat sejatinya menyimpan potensi besar untuk mendukung kebutuhan pangan. Tanpa dukungan yang memadai, potensi tersebut belum sepenuhnya mampu memberikan hasil optimal bagi peningkatan kesejahteraan petani.
“Petani kita punya kemampuan dan lahan yang cukup untuk mendukung kebutuhan pangan. Yang dibutuhkan adalah perhatian dan dukungan nyata agar mereka bisa berkembang,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).
Lebih jauh, dia menilai penguatan ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga menyangkut bagaimana petani diberi ruang untuk tumbuh di tengah berbagai keterbatasan. Akses terhadap sumber daya produktif dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian.
Dalam perspektif pembangunan jangka panjang, Kalimantan Tengah dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Untuk mewujudkan hal tersebut, kebijakan yang berpihak pada petani kecil menjadi kebutuhan mendesak, mengingat peran mereka yang berada di garis depan dalam aktivitas produksi.
Sebagai politisi Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Kalteng, dia menegaskan bahwa dukungan pemerintah tidak cukup berhenti pada wacana, tetapi perlu diwujudkan dalam langkah konkret seperti penyediaan sarana dan prasarana, pendampingan berkelanjutan, serta kemudahan akses permodalan.
“Yang tidak kalah penting adalah membangun kebersamaan. Ketika program pemerintah berjalan seiring dengan semangat masyarakat, maka sektor pertanian kita akan tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan,” tutupnya.





