GONDOMANAN,REDAKSI17.COM – Libur Lebaran telah usai, namun geliat ekonomi di pasar-pasar tradisional Kota Yogyakarta justru terus menunjukkan tren positif. Tingkat kunjungan masyarakat, baik wisatawan maupun warga lokal, masih tinggi bahkan hingga H+4 Lebaran.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Veronica Ambar Ismuwardani, mengungkapkan bahwa peningkatan aktivitas pasar sudah terlihat sejak beberapa hari sebelum Lebaran. Bahkan, omzet pedagang mengalami kenaikan signifikan.
“Sekitar tiga hari sebelum Lebaran, pasar-pasar mulai ramai. Masyarakat berburu kebutuhan pokok untuk persiapan hari raya. Secara umum, omzet pedagang meningkat antara 30 hingga 80 persen, tergantung jenis dagangannya,” ujarnya.
Menurutnya, fenomena menarik terjadi di Pasar Beringharjo. Jika pada tahun-tahun sebelumnya pasar sudah ramai sejak H-7 Lebaran, tahun ini lonjakan pengunjung justru datang saat mendekati hari H.
“Awalnya sempat ada kekhawatiran karena H-7 belum terlihat peningkatan signifikan. Pedagang juga mulai bertanya-tanya. Namun setelah itu, kunjungan meningkat drastis hingga penuh menjelang Lebaran,” jelasnya.

Ia menambahkan, sebelum Lebaran, permintaan tertinggi terjadi pada kebutuhan pokok. Sementara di lantai dua Pasar Beringharjo, penjualan busana muslim melonjak tajam. Sedangkan pasca Lebaran, pasar Beringharjo tetap dipadati pengunjung. Bahkan pada hari H Lebaran sudah tercatat ribuan wisatawan yang datang.
Ambar mengungkapkan, data menunjukkan, pada tanggal 21 Maret 2026 sudah tercatat sekitar 6.000–7.000 pengunjung, dengan puncak kunjungan mencapai 17.248 orang pada 23 Maret.
“Angka kunjungan saat ini masih stabil di kisaran 15.000 hingga 17.000 pengunjung per hari. Memang sedikit lebih rendah dibandingkan puncak libur Tahun Baru yang mencapai lebih dari 21.000, tetapi tetap sangat tinggi,” ungkapnya.
Tingginya kunjungan ini, lanjut Veronica, dipengaruhi oleh panjangnya masa libur Lebaran tahun ini. Jadwal masuk sekolah yang lebih mundur membuat wisatawan memiliki waktu lebih fleksibel untuk berlibur, sehingga tidak terjadi penumpukan pada satu hari tertentu.
Selain Pasar Beringharjo, pasar lain seperti Pasar Kranggan dan Pasar Ngasem juga mengalami lonjakan kunjungan. Di mana Pasar Kranggan tercatat sekitar 9.478 pengunjung, sementara Pasar Ngasem mencapai 8.222 pengunjung dan jumlah ini meningkat dibandingkan periode libur Natal dan Tahun Baru.
Menurut Ambar, tingginya kunjungan ini tidak lepas dari posisi strategis pasar-pasar tersebut yang berada di jalur sumbu filosofi Yogyakarta, mulai dari kawasan Tugu, Malioboro, hingga Ngasem, yang menjadi magnet wisata.

“Pasar-pasar ini kini tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga destinasi wisata. Wisatawan datang untuk berbelanja sekaligus menikmati suasana dan kuliner khas,” katanya.
Ia menambahkan, dari hasil pemantauan, wisatawan yang datang tidak hanya berasal dari dalam daerah, tetapi juga dari luar kota seperti Surabaya, Jakarta, hingga luar Pulau Jawa.
Pihaknya berharap, tren positif ini terus berlanjut hingga akhir masa libur. “Kami berharap sampai akhir pekan ini wisatawan tetap ramai. Yogyakarta ini kan dikenal dengan ‘everyday is holiday’, jadi setiap hari selalu ada aktivitas wisata,” imbuhnya.
Sementara itu, salah satu pengunjung, Tiwi (56) mengungkapkan, walaupun berdempet-dempetan saat berbelanja, pihaknya senang karena bisa melihat dan berbelanja secara langsung kain batik sesuai dengan keinginannya.
“Wajar kalau banyak pengunjung berbelanja batik disini. Selain murah kualitasnya juga bagus. Walaupun berdesak-desakan yang penting sabar,” ungkapnya.



