Sleman ,REDAKSI17.COM – Kegiatan lomba line dance atau tarian berbaris dalam rangka peringatan Hari Kartini Tahun 2026 DIY berlangsung meriah dan penuh semangat. Diadakan di Gedung Wisma Adi Lanud Adisutjipto pada Kamis (26/03), melalui kegiatan ini perempuan DIY ingin merayakan semangat pahlawan nasional R.A. Kartini.
Wakil Ketua TP PKK DIY, GKBRAA Paku Alam dalam sambutannya menegaskan, lomba ini menjadi ruang bagi perempuan untuk mengekspresikan diri, sekaligus memperkuat rasa percaya diri dan solidaritas. “Perempuan punya kuasa atas dirinya, mereka berdaulat dan merdeka dalam menentukan langkahnya,” ujar Gusti Putri.
Gusti Putri juga mengaitkan kegiatan ini dengan semangat R.A. Kartini yang memperjuangkan kesetaraan dan keberanian perempuan untuk terus berkembang. Menurut Gusti Putri, line dance yang dilakukan secara bersama-sama mencerminkan nilai perjuangan Kartini, di mana perubahan dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dan kolektif.
“Kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan, kesehatan, dan ekspresi perempuan Indonesia yang kuat dan mandiri. Dan DIY, kita memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, yang harus terus kita rawat dan kembangkan, termasuk melalui peran aktif perempuan,” imbuh Gusti Putri.
Sementara itu, Ketua I Panitia Peringatan Hari Kartini DIY, Mia Toto Ginanto menyampaikan, kegiatan ini mengusung tema ‘Langkah Semangat Kartini Berdaya Melalui Tari’ sebagai simbol perempuan yang adaptif dan tangguh menghadapi perkembangan zaman. “Melalui line dance yang dinamis, kita ingin menunjukkan bahwa perempuan Yogyakarta mampu menyelaraskan gerak fisik dengan keteguhan prinsip dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Mia menambahkan, line dance dipilih menjadi salah satu kegiatan peringatan karena memiliki filosofi kebersamaan, di mana setiap gerakan harus selaras agar menciptakan harmoni yang indah. “Kekompakan dalam tarian menjadi simbol bahwa untuk mencapai tujuan bersama, kita perlu melangkah dalam satu irama yang sama,” imbuhnya.
Kemeriahan acara semakin terasa dengan beragam penampilan tarian yang terinspirasi dari berbagai budaya, baik lokal maupun modern, yang dipadukan secara kreatif oleh para peserta. Gerakan-gerakan yang ditampilkan tidak hanya energik, tetapi juga mencerminkan kekayaan budaya yang menjadi identitas kuat perempuan Yogyakarta.
Perpaduan unsur budaya dalam setiap penampilan menunjukkan bahwa tradisi tetap menjadi pilar utama dalam pemberdayaan perempuan, sejalan dengan semangat Kartini yang menjunjung nilai-nilai luhur bangsa. Melalui kegiatan ini, semangat Kartini tidak hanya dikenang, tetapi dihidupkan dalam gerak, kebersamaan, dan keberanian perempuan untuk terus melangkah maju.
HUMAS DIY





