Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Pemda DIY belum berencana menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (WFH) satu hari sepekan meski pemerintah pusat mulai mewacanakannya sebagai upaya penghematan BBM.
Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menegaskan perlunya data akurat mengenai korelasi sistem kerja jarak jauh dengan penurunan konsumsi bahan bakar secara riil.
Kekhawatiran muncul bahwa kelonggaran tersebut justru berpotensi memicu mobilitas pribadi yang tidak terpantau untuk keperluan di luar kedinasan.
“Kita mungkin masih belum sampai ke situ, karena kita juga harus punya data yang pas juga gitu. Jangan-jangan nanti jalan-jalan gitu ya,” ujarnya pada Kamis (26/3).
Karakteristik pelayanan publik di level daerah yang didominasi urusan administratif dan operasional kantor menjadi pertimbangan utama penolakan wacana tersebut.
Made menilai efektivitas kerja tidak dapat dijamin sepenuhnya jika fungsi pelayanan masyarakat dialihkan ke luar gedung pemerintahan secara masif.
Sebagai alternatif, Pemda DIY lebih memilih optimalisasi program Car Free Day bagi kendaraan dinas yang dinilai lebih efektif menekan penggunaan energi secara terukur.
“Kalau kita di daerah ini kan pelayanan publik termasuk administrasi nggak bisa dihandle di luaran, pasti kan dia harus di kantor,” ujarnya.





