Home / Daerah / Sri Sultan Tegaskan Transformasi Pramuka DIY Hadapi Tantangan Zaman

Sri Sultan Tegaskan Transformasi Pramuka DIY Hadapi Tantangan Zaman

Sleman,REDAKSI17.COM – Dari bumi perkemahan di Babarsari, arah baru Gerakan Pramuka DIY ditegaskan. Di tengah arus perubahan zaman yang kian cepat, Pramuka tidak boleh berjalan di tempat, ia harus bertransformasi, tetap relevan, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Suasana hangat silaturahmi dan Syawalan mewarnai Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Gerakan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) DIY Tahun 2026 yang digelar di Bumi Perkemahan Taman Tunas Wiguna, Sleman, Sabtu (28/3). Namun lebih dari itu, forum ini menjadi ruang penting untuk merumuskan langkah strategis dan meneguhkan komitmen pembaruan.

Mengusung tema “Pramuka Unggul, Mandiri, dan Inovatif melalui Tata Kelola Lembaga dan Aset”, Rakerda dihadiri Ketua, jajaran pengurus, serta seluruh anggota Kwarda DIY. Agenda ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan titik tolak untuk memastikan gerakan kepramukaan tetap selaras dengan dinamika zaman.

Gubernur DIY sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menegaskan tantangan ke depan semakin kompleks. Perkembangan teknologi, perubahan lingkungan, hingga dinamika sosial menuntut kesiapan untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga beradaptasi secara cerdas.

“Pramuka harus terus bertransformasi. Tidak hanya menjadi tempat belajar keterampilan, tetapi juga ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kepedulian sosial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” tegas Sri Sultan.

Arah transformasi itu, menurut Sri Sultan, mencakup penguatan literasi digital, peningkatan kepedulian lingkungan melalui aksi nyata, serta penguatan wawasan kebangsaan yang inklusif sebagai perekat keberagaman. Di saat yang sama, kemandirian perlu dibangun melalui kewirausahaan sosial yang memadukan kreativitas dan kepedulian terhadap sesama.

Lebih jauh, Sri Sultan menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang tertib, transparan, dan berbasis sistem. Pemanfaatan data dan teknologi menjadi kunci agar organisasi bekerja lebih efektif dan tepat sasaran. Kaderisasi pun harus disiapkan secara serius untuk melahirkan pemimpin muda yang berintegritas, peka sosial, dan mampu mengambil keputusan secara bijak.

Berpijak pada kearifan lokal, Sri Sultan mengingatkan kembali nilai pengabdian dalam Serat Piwulang karya Sri Sultan Hamengku Buwono I. Pengabdian bukan sekadar tugas, melainkan laku hidup yang menuntut keikhlasan dan keteguhan batin untuk rumeksa atau melindungi dan menguatkan kehidupan masyarakat.

“Pada akhirnya, kekuatan Pramuka terletak pada karakter anggotanya. Nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian harus terus dijaga dan ditanamkan,” tandas Sri Sultan.

Sementara itu, Ketua Kwarda DIY, GKR Hayu, menegaskan fokus Gerakan Pramuka DIY pada tahun ini diarahkan pada pembenahan internal organisasi. Hal tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat kualitas pendidikan kepramukaan sekaligus membangun kepercayaan masyarakat.

“Fokus utama kita adalah kualitas pendidikan bagi adik-adik Pramuka, sekaligus bagaimana organisasi ini dapat berdiri mandiri. Dari situ, kita bisa memperluas dampak dan membangun masa depan generasi muda yang lebih baik,” ujar GKR Hayu.

GKR Hayu juga mendorong evaluasi berkelanjutan, baik dalam tata kelola maupun pengembangan program pendidikan. Di tengah ketidakpastian global, Pramuka diharapkan hadir sebagai ruang pembinaan generasi muda yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing.

Melalui Rakerda ini, diharapkan lahir rekomendasi konkret untuk memperkuat peran Pramuka sebagai gerakan pendidikan karakter yang inklusif dan relevan. Dari bumi perkemahan ini ditegaskan, Pramuka DIY siap menjaga nilai luhur sekaligus menjawab tantangan zaman demi membentuk generasi berkarakter kuat.

Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *