Ilustrasi anggota Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). (AP Photo/Sepahnews)
Teheran,REDAKSI17.COM – Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menuduh Washington tengah mempersiapkan rencana serangan darat rahasia meski secara publik mengklaim ingin berdialog. Ia menegaskan bahwa militer Teheran saat ini dalam posisi siaga penuh menunggu kedatangan pasukan Amerika Serikat.
Ghalibaf menyebut bahwa pesan negosiasi yang dikirimkan AS hanyalah kedok untuk menutupi rencana invasi terbatas. Menurutnya, Iran siap melancarkan balasan dahsyat yang akan menghukum pasukan AS serta sekutu regional mereka di Timur Tengah.
“Musuh diam-diam merencanakan serangan darat. Mereka tidak tahu tentara Iran sedang menunggu pasukan Amerika mendarat, siap melancarkan serangan dahsyat,” tegas Ghalibaf, Minggu (29/3/2026).
Pernyataan keras ini muncul setelah laporan Washington Post mengungkap adanya diskusi internal di pemerintahan Donald Trump. Bahasan tersebut mencakup opsi merebut Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran, guna membuka blokade di Selat Hormuz.
Pentagon dilaporkan telah mengembangkan rencana operasi ini selama berminggu-minggu. Langkah tersebut diperkuat dengan pengerahan ribuan Marinir dan pasukan terjun payung ke wilayah Timur Tengah dalam kurun waktu terakhir.
Meski demikian, sumber internal menyebut operasi ini bukan merupakan invasi skala penuh. Strategi yang disiapkan cenderung berupa penggerebekan oleh pasukan khusus yang berkoordinasi dengan infanteri konvensional.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa tugas Pentagon adalah memberikan opsi sebanyak mungkin bagi Presiden. Namun, ia menekankan bahwa Donald Trump belum mengambil keputusan final terkait pengerahan pasukan darat tersebut.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Marco Rubio sempat menyatakan bahwa AS dapat mencapai tujuannya tanpa harus melibatkan pasukan darat. Ia memprediksi konflik di Timur Tengah tidak akan berlangsung lama.
Berdasarkan jajak pendapat terbaru dari AP-NORC, skenario serangan darat ini ditentang oleh 62% publik Amerika. Para ahli memperingatkan bahwa invasi ke wilayah kedaulatan Iran akan menjadi eskalasi besar dengan risiko ekonomi dan keamanan global yang sangat serius.
Ghalibaf sendiri menyerukan persatuan rakyat Iran menghadapi apa yang ia sebut sebagai “tahap paling kritis” dalam perang global. Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan pernah menyerah pada tekanan atau penghinaan dari pihak mana pun.





