Whasington,REDAKSI17.COM – – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku akan terus melakukan invasi ke negara lain setelah Venezuela dan Iran.
Setelah Venezuela dan Iran, Kuba akan menjadi target selanjutnya yang menjadi sasaran AS.
Pernyataan itu disampaikan Presiden AS Donald Trump pada Minggu (29/3/2026) di tengah aksi unjuk rasa pemakzulannya yang berlangsung masif dan serentak di AS.
Di dalam pesawat saat ditanyai wartawan seperti dimuat Fox News, Trump terang-terangan bahwa Kuba akan menjadi target AS berikutnya.
Alasan AS bakal menyerang Kuba juga tidak jelas. Trump hanya menyebut bahwa Kuba adalah negara yang gagal.
“Ya, Kuba akan menjadi yang berikutnya. Kuba berantakan, negara yang gagal, dan mereka akan menjadi yang berikutnya,”
“Dalam waktu singkat, proyek itu akan gagal, dan kami akan berada di sana untuk membantunya. Kami akan berada di sana untuk membantu warga Kuba-Amerika kami yang baik,”
Tanggapan Presiden Kuba
Sementara itu dimuat Lajornada, Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel menanggapi ancaman Donald Trump terhadap kedaulatan negaranya.
Diaz-Canel menjelaskan dalam sebuah wawancara eksklusif dengan La Jornada bahwa kemarahan AS terhadap pulau itu berakar dari nafsu kolonialnya yang tak terpuaskan.
Sebab selama 67 tahun revolusi, Washington belum mampu merebut negara Karibia tersebut.
Díaz-Canel menjelaskan bagaimana pembicaraan antara Washington dan Havana telah berlangsung dalam kerangka penghormatan terhadap kedaulatan dan sistem politik kedua negara.
Diaz-Canel juga menyinggung keinginan Amerika Serikat selalu untuk merebut kendali atas Kuba.
Terlebih saat ini melemahnya kekuatan hegemonik yang telah dipegang Amerika Serikat atas dunia, karena munculnya kekuatan-kekuatan yang menjunjung tinggi multilateralisme dan menawarkan hubungan alternatif bagi negara-negara.
Oleh karena itu kata Diaz-Canel, AS mulai melakukan tekanan melalui ekonomi, politik, dan diplomatik, serta manipulasi media agar bisa kembali mendominasi.





