Home / Daerah / Pamong dan LKK se-DIY Siapkan Sowan Massal Mangayu Bagya 80 Tahun Sri Sultan

Pamong dan LKK se-DIY Siapkan Sowan Massal Mangayu Bagya 80 Tahun Sri Sultan

Foto: Ilustrasi

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Pamong kalurahan bersama unsur Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan (LKK) se-DIY tengah mempersiapkan agenda besar dalam rangka Mangayubagya Yuswa Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X ke-80 yang akan digelar pada Kamis (02/04) mendatang. Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk penghormatan sekaligus ungkapan rasa terima kasih masyarakat kepada pemimpin daerahnya.

Ketua Umum Paguyuban Lurah dan Pamong Kalurahan DIY Nayantaka, Gandang Hardjanta, menyampaikan bahwa momentum ini memiliki makna khusus bagi kalurahan di seluruh DIY. Ia menilai sosok Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai teladan dalam memimpin, baik sebagai gubernur maupun sebagai raja.

“Sebagai gubernur sekaligus raja, bagaimana beliau menempatkan diri itu yang menjadi contoh bagi kami. Di usia ke-80 ini, kami ingin memberikan semangat serta penghargaan atas pengabdian beliau,” ujar Gandang di Sekretariat Nayantaka, Yogyakarta, Senin (30/03).

Kegiatan ini menjadi salah satu momen yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam skala keterlibatan kalurahan se-DIY. Partisipasi luas dari berbagai wilayah dinilai sebagai bentuk kebersamaan yang kuat antara pemerintah kalurahan dan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, pamong kalurahan bersama masyarakat akan melakukan sowan dengan membawa hasil bumi atau potensi unggulan dari wilayah masing-masing. Gandang menegaskan bahwa kontribusi tersebut bersifat sukarela dan tidak ada unsur paksaan.

“Tidak ada yang diwajibkan. Semua berdasarkan keikhlasan dan kemampuan masing-masing kalurahan. Apa yang dimiliki, itulah yang dibawa,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk perangkat daerah yang telah memfasilitasi terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, selama ini kalurahan telah merasakan manfaat dari pengelolaan tanah kasultanan yang digunakan untuk kepentingan masyarakat.

“Ini bagian dari rasa terima kasih kami. Sebagian kecil hasil dari pengelolaan tersebut kami kembalikan sebagai bentuk penghormatan,” imbuhnya.

Diperkirakan, kegiatan ini akan melibatkan sekitar 10.000 hingga 12.000 peserta dari 392 kalurahan di empat kabupaten serta Kota Yogyakarta. Setiap kalurahan diproyeksikan mengirimkan 20 hingga 30 orang perwakilan.

Dalam pelaksanaannya, para lurah dan pamong akan mengenakan pakaian adat Yogyakarta sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi. Sementara itu, masyarakat yang turut serta dapat menyesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.

Rombongan dijadwalkan berkumpul di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta sebelum bergerak secara bertahap menuju lokasi tujuan. Urutan keberangkatan dimulai dari Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan terakhir Gunungkidul, dengan mempertimbangkan jarak tempuh masing-masing wilayah.

Gandang juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila kegiatan tersebut berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan. Ia berharap masyarakat dapat memberikan pengertian karena kegiatan ini hanya berlangsung dalam waktu terbatas.

“Kami mohon keikhlasan masyarakat. Mungkin ada sedikit gangguan aktivitas, tetapi ini hanya satu hari. Mari kita luangkan waktu untuk memberikan penghormatan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan ini terbuka bagi masyarakat yang ingin ikut berpartisipasi. Namun demikian, jumlah peserta tetap dibatasi demi menjaga kenyamanan serta kelancaran acara.

Menariknya, hasil bumi yang dibawa dalam kegiatan tersebut nantinya tidak hanya menjadi simbol penghormatan. Hasil tersebut akan didistribusikan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan melalui pemerintah kabupaten/kota.

“Konsepnya dari masyarakat, kembali ke masyarakat. Ini sekaligus wujud gotong royong.”

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti, menyampaikan bahwa tingginya antusiasme masyarakat diperkirakan akan berdampak pada arus lalu lintas di kawasan pusat kota. Oleh karena itu, rekayasa lalu lintas akan diterapkan guna mendukung kelancaran ini.

Ia menjelaskan, sejumlah ruas jalan akan ditutup secara bertahap, terutama di kawasan Malioboro dan sekitarnya. Penutupan dilakukan karena diperkirakan banyak masyarakat yang berjalan kaki menuju Keraton dari titik kumpul di Titik Nol Kilometer.

“Arus dari sisi utara akan kami tutup hingga ke selatan. Kemudian akses masuk ke Malioboro, termasuk jalur-jalur kecilnya, juga akan kami batasi untuk mendukung kelancaran pergerakan peserta,” jelas Erni.

Selain itu, penutupan juga akan dilakukan di sejumlah titik strategis lain seperti Jalan Senopati dari arah timur serta akses dari arah barat di sekitar kawasan PKU. Meski demikian, beberapa ruas alternatif tetap dibuka secara terbatas untuk menjaga mobilitas masyarakat di sekitar lokasi.

Erni menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota serta kepolisian dalam pengaturan arus lalu lintas. Kolaborasi ini diharapkan mampu meminimalkan kemacetan dan memastikan kegiatan berjalan dengan aman serta tertib.

Untuk mendukung kebutuhan parkir, Dinas Perhubungan DIY juga menyiapkan 16 titik kantong parkir yang tersebar di sejumlah lokasi. Pengaturan ini dilakukan dengan mempertimbangkan asal rombongan peserta dari masing-masing wilayah.

“Setelah parkir, peserta akan berjalan kaki menuju kawasan pagelaran. Kami sudah mengatur pembagian lokasi parkir agar tidak terjadi penumpukan di satu titik,” ujarnya.

Beberapa lokasi parkir yang disiapkan di antaranya berada di kawasan strategis seperti sekitar Sriwedani dan Ketandan. Informasi detail terkait titik parkir dan rekayasa lalu lintas akan disosialisasikan lebih lanjut kepada masyarakat.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan aktivitas selama pelaksanaan kegiatan berlangsung. Dukungan publik dinilai penting agar agenda besar ini dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan gangguan berarti.

“Kami mohon masyarakat dapat beradaptasi dengan pengaturan lalu lintas yang diberlakukan. Informasi ini juga kami harapkan dapat disampaikan secara luas agar semua pihak dapat mempersiapkan diri,” tutup Erni.

Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *