GONDOKUSUMAN,REDAKSI17.COM – Sebanyak 70 Aparatur Sipil Negara (ASN) calon purna tugas di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta mengikuti Wisuda Purna Tugas dan Pelepasan Anggota Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Pemerintah Kota Yogyakarta Tahun 2026 di Swiss-Belboutique Hotel Yogyakarta, Senin (30/3). Dalam kesempatan tersebut, dihadiri langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Yogyakarta, Dedi Budiono.
Dalam sambutannya, Dedi Budiono menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas dedikasi para ASN yang telah mengabdi selama puluhan tahun. Ia menilai perjalanan panjang sebagai PNS penuh dengan dinamika, baik suka maupun duka, yang menjadi bagian dari pengabdian kepada negara.
“Perjalanan karier seorang PNS tentu penuh dinamika. Ada yang pahit, manis, dan asam. Namun kita semua menyadari bahwa tugas utama PNS adalah melaksanakan kebijakan publik, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa rata-rata jumlah ASN yang memasuki masa pensiun di Kota Yogyakarta mencapai sekitar 200 orang setiap tahun. Menurutnya, hal tersebut menjadi tantangan sekaligus kehilangan besar bagi organisasi, mengingat para pensiunan merupakan sosok teladan dan sumber inspirasi bagi generasi penerus.

Dedi juga menjelaskan, pelepasan ASN melalui wisuda purna tugas merupakan tradisi yang dijalankan oleh Korpri sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian para anggotanya. Ia menegaskan bahwa para pensiunan tetap menjadi bagian dari Korpri sebagai anggota luar biasa.
“Bapak Ibu tidak kami lepas begitu saja. Kami berharap tetap bergabung sebagai anggota luar biasa Korpri agar silaturahmi tetap terjaga dan kita bisa terus saling menguatkan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga berpesan agar para calon purna tugas dapat menikmati masa pensiun dengan tetap menjaga kebahagiaan, kesehatan, serta produktivitas. Ia menyebutkan tiga indikator pensiunan yang perlu dilakukan yakni berkomunikasi dengan masyarakat, menjaga kebugaran fisik, serta tetap produktif.

“Produktivitas bisa dalam berbagai bentuk, mulai dari usaha baru, menjadi konsultan, hingga aktivitas kreatif seperti menjadi konten kreator. Yang terpenting tetap aktif dan bahagia,” tambahnya.
Dedi juga menekankan pentingnya mewariskan nilai-nilai luhur seperti sopan santun, unggah-ungguh, serta rasa hormat kepada generasi muda. Menurutnya, budaya tersebut menjadi kekuatan tersendiri di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta yang harus terus dijaga.
Sementara itu, salah satu calon purna tugas, Sri Mulatsih (59), mengungkapkan rasa syukur setelah mengabdi selama kurang lebih 40 tahun sebagai guru.
Ia mengaku telah melalui berbagai perubahan dalam dunia pendidikan, mulai dari metode pembelajaran tradisional hingga penggunaan teknologi modern.
“Saya sudah mengalami tiga periode, dari menulis pakai kapur, spidol, sampai sekarang menggunakan LCD. Dinamikanya luar biasa dan kita harus terus menyesuaikan diri,” ungkapnya.
Pihaknya juga menilai kebijakan Pemerintah Kota Yogyakarta selama ini cukup mendukung dan tidak memberatkan ASN dalam menjalankan tugas. Menjelang masa purna tugasnya pada 1 Juni 2026, Sri berharap para pensiunan dapat menjalani masa tersebut dengan bahagia serta terus berkontribusi di masyarakat.
“Untuk teman-teman yang sudah pensiun, jalani masa purna tugas dengan senang dan bahagia. Yang dulu fokus di tempat kerja, sekarang bisa lebih banyak mengabdi di masyarakat,” imbuhnya.




