Home / Daerah / Sri Sultan: Nilai Spiritual Syawalan Jadi Stimulasi Nurani Hadapi Tantangan Kehidupan

Sri Sultan: Nilai Spiritual Syawalan Jadi Stimulasi Nurani Hadapi Tantangan Kehidupan

Sleman,REDAKSI17.COM – Ramadan dan Idulfitri pada hakikatnya merupakan sebuah siklus dalam bingkai kesatuan ibadah. Dalam bingkai nilai spiritual, Syawalan Halal Bi Halal pun diharapkan mampu menstimulasi potensi nurani masyarakat, dalam menghadapi tantangan dan cobaan kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Demikian disampaikan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X pada Syawalan bersama Pemerintah Kabupaten Sleman di Kantor Bupati Sleman pada Senin (06/04). Dikatakan Sri Sultan, dari keharuan berpisah dengan Ramadan, muncul embun hikmah yang diperoleh selama sebulan menempuh ibadah puasa dan hendaknya diresapi dan amalkan.

“Dengan menetapkan pandangan ke depan, maka Insya Allah kita akan menjadi insan yang lebih beriman dan bertakwa. Sinergi potensi nurani yang terbentuk yakni keikhlasan, berbaik sangka, tawakal, optimisme, disertai kesabaran dalam berharap mampu menjadikan kita siap menghadapi tantangan dan cobaan kehidupan,” ungkap Sri Sultan.

Menurut Sri Sultan, dengan bersabar, kita senantiasa bijak dan mampu memetik hikmah dibalik kehendak-Nya yang tidak terduga. Dan Syawalan Halal Bi Halal ini mempunyai makna lebih, karena menjadi telaga spiritual yang mencerahkan hati dan menguatkan iman, sehingga dapat menjadi petunjuk jalan menuju kepastian.

“Dengan semangat Idulfitri, kekusutan hubungan antar sesama, Insya Allah akan diurai kembali. Kita harus mampu menjaga kerukunan antar warga masyarakat, meski kerap diterpa perbedaan nalar dan pikir, dalam menyikapi suatu permasalahan. Sudah selayaknya kita mampu berpikir jernih dan empatik. Karena bagi orang-orang yang arif, ia akan takut melanggar berbagai aturan dan norma yang ada,” papar Sri Sultan.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Sleman, Harda Kiswaya mengatakan, nilai-nilai keikhlasan, kesabaran, kejujuran, serta kepedulian sosial yang telah dilatih selama Ramadan, menjadi bekal dalam melaksanakan tugas dan sehari-hari, termasuk dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Sleman. Dengan semangat tersebut, diharapkan dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin baik, pelayanan publik yang humanis, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Ke depan, tantangan pembangunan di Kabupaten Sleman akan semakin kompleks. Pertumbuhan penduduk, dinamika ekonomi, perkembangan teknologi, serta tuntutan peningkatan kualitas pelayanan publik, menjadi hal-hal yang harus kita respon secara cepat dan tepat,” imbuhnya.

Harda menambahkan, Pemkab Sleman berkomitmen untuk terus membangun pelayanan prima bagi masyarakat. Ia meyakini pelayanan publik bukan sebatas rutinitas pekerjaan, namun menjadi bentuk pengabdian pada masyarakat. Karena itu, Pemkab Sleman terus berupaya mendorong peningkatan kapasitas ASN agar menjadi insan mumpuni, professional, serta memiliki integritas.

“Integritas merupakan landasan utama dalam setiap langkah pengabdian. Berbekal integritas ini kami yakin ASN Sleman akan menjadi pelopor perubahan dalam mewujudkan birokrasi yang bersih dan responsif. Dengan semangat tersebut kami optimis dapat melangkah menjadi Sleman yang maju, mandiri, dan sejahtera,” imbuhnya.

Syawalan bersama Pemerintah Kabupaten Sleman ini dihadiri juga oleh Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, GKR Hemas, GKBRAyA Paku Alam, Wakil Bupati Selam beserta istri, dan segenap Forkopimda DIY dan Kabupaten Sleman. ASN Pemkab Sleman juga turt hadir bersama para pamong kalurahan se-Kabupaten Sleman.

HUMAS DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *