Jakarta,REDAKSI17.COM – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan perluasan jangkauan program bedah rumah rakyat ke seluruh wilayah di Indonesia.
Target renovasi hunian ditingkatkan secara signifikan dari 45 ribu unit pada tahun lalu menjadi 400 ribu unit pada 2026.
“Tahun ini semua kabupaten/kota di seluruh Indonesia mendapatkan program bedah rumah dari Bapak Presiden Prabowo,” ujar Maruarar usai rapat bersama Presiden di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/4/2026).
Ara, sapaan akrab Maruarar, menyatakan kebijakan ini diambil untuk memastikan pemerataan bantuan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Jika pada tahun sebelumnya terdapat sekitar 220 kabupaten/kota yang belum terjangkau, kini seluruh daerah di Indonesia dipastikan akan mendapatkan akses program bedah rumah.
“Tahun lalu itu 45.000 rumah, tahun ini 400.000 rumah. Tahun lalu ada 220 kabupaten/kota yang tidak dapat,” terang Ara.
Ara menjelaskan program ini tidak hanya bertujuan memperbaiki kondisi fisik rumah, tetapi juga dirancang sebagai stimulus untuk menggerakkan ekonomi lokal secara berkeadilan.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah menerapkan sistem berbasis data dari Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memastikan bantuan tepat sasaran, yakni bagi kelompok desil 1 hingga 4.
Lebih lanjut, pemerintah telah melakukan intervensi kebijakan untuk meringankan beban masyarakat dalam program renovasi ini.
Ara menyebutkan pemerintah telah menghapus sejumlah biaya pajak dan retribusi agar program ini dapat diakses dengan mudah oleh kelompok ekonomi bawah.
“Intervensi negara jelas, dari aturan itu pajak-pajaknya dinolkan. BPHTB dan PBG yang tadinya mesti dibayar rakyat kecil, sudah dinolkan mulai tahun lalu oleh Bapak Presiden,” jelasnya.
Ara menambahkan pihaknya saat ini sedang mematangkan koordinasi dengan Menteri Keuangan, Menteri Sekretaris Negara, serta Sekretaris Kabinet untuk memastikan kelancaran program di seluruh tanah air.
“Ini program yang sangat signifikan, dan akan menggerakkan ekonomi dan juga akan berkeadilan,” terang Ara.





