Jakarta,REDAKSI17.COM — Sejumlah anggota DPR RI dan DPD RI lintas fraksi mendeklarasikan pembentukan Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia atau World Peace Parliamentary Caucus (WPPC) pada Senin (6/4) di Gedung DPR RI, Jakarta.
Deklarasi ini disampaikan oleh Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, dalam konferensi pers bersama anggota parlemen lainnya. Ia menjelaskan bahwa pembentukan kaukus tersebut merupakan respons atas meningkatnya eskalasi konflik global yang dinilai semakin meluas dan mengancam stabilitas dunia.
“Pada sore hari ini saya bersama beberapa teman-teman dari anggota DPR dan DPD RI menyampaikan atau mendeklarasikan sebuah kaukus,” ujar Ahmad Doli.
Ia menyebutkan, sekitar 30 anggota DPR dan DPD telah tergabung dalam kaukus tersebut, yang dibentuk sebagai gerakan bersama lintas partai politik. Menurutnya, inisiatif ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus komitmen moral dan politik parlemen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.
“Ini tidak ada urusan latar belakang dari partai politik mana. Ini adalah gerakan bersama karena kita semua cinta damai,” tegasnya.
Ahmad Doli menyoroti bahwa tren konflik global saat ini semakin mengkhawatirkan, mulai dari perang Rusia-Ukraina sejak 2022, konflik Israel-Palestina pada 2023, hingga ketegangan terbaru yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Ia menilai konflik-konflik tersebut tidak hanya berdampak pada kawasan terkait, tetapi juga memicu krisis energi, ekonomi, dan keamanan global, termasuk bagi Indonesia.
“Kita terancam krisis energi, kita terancam krisis ekonomi. Situasi di Indonesia semakin hari semakin sulit bagi masyarakat kita akibat perang tersebut,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menyinggung gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian PBB di Lebanon sebagai bukti nyata bahwa dampak konflik global telah dirasakan langsung oleh Indonesia.
“Maka kami sepakat untuk mengambil inisiatif membentuk kaukus ini,” imbuhnya.
Dalam deklarasinya, Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia menyampaikan sejumlah sikap, antara lain mengecam seluruh bentuk agresi militer yang memperluas konflik dan menimbulkan korban sipil. Kaukus menegaskan bahwa perang bukan solusi sah dalam penyelesaian konflik internasional dan bertentangan dengan hukum humaniter internasional.
Kaukus juga mendesak dilakukannya gencatan senjata total dan tanpa syarat di seluruh wilayah konflik, termasuk di Iran, Israel, dan Lebanon.
“Mendesak dilakukannya gencatan senjata total dan tanpa syarat di seluruh wilayah konflik,” ujar Ahmad Doli saat membacakan pernyataan sikap.
Selain itu, kaukus menuntut perlindungan terhadap warga sipil, tenaga medis, serta fasilitas publik, serta menyerukan agar seluruh pihak menghormati Konvensi Jenewa. Mereka juga mengutuk serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB, termasuk insiden yang menyebabkan gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi UNIFIL di Lebanon.
Di sisi lain, kaukus mendorong pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah yang lebih tegas dan aktif dalam mengupayakan penyelesaian konflik global melalui jalur diplomasi.
“Kami berharap gerakan ini menjadi gerakan institusional dan memberikan dukungan kepada pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah-langkah yang lebih serius dan tegas untuk mengakhiri perang,” tutup Ahmad Doli.


