Kendal,REDAKSI17.COM — Sejumlah supplier bahan makanan mendatangi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, pada Senin (6/4) pagi. Kedatangan mereka untuk mempertanyakan tagihan yang belum dibayarkan oleh pihak koperasi pengelola.
Para supplier mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Tagihan tersebut berasal dari pasokan bahan makanan, mulai dari susu kemasan hingga daging ayam, yang belum dibayarkan sejak Januari 2026.
Kedatangan para supplier ini dilakukan setelah sebelumnya mereka berulang kali meminta pelunasan, namun tidak mendapatkan respons dari pihak pengelola SPPG maupun koperasi yang menangani belanja bahan makanan.
Salah satu supplier susu kemasan, Faqihudin, mengaku mengalami kerugian sebesar Rp141 juta. Ia menyebut keterlambatan pembayaran kerap terjadi, bahkan pembayaran yang dilakukan tidak pernah penuh dan selalu menyisakan tunggakan.
Menurutnya, permasalahan ini tidak hanya dialami dirinya, tetapi juga supplier lain yang turut memasok kebutuhan dapur SPPG Protomulyo, dengan kerugian mencapai puluhan juta rupiah.
SPPG Protomulyo yang dikelola oleh Yayasan Rodhotul Munawaroh Salsabila diketahui menyerahkan proses pembayaran kepada supplier melalui koperasi rakyat. Namun, saat didatangi, pihak SPPG mengaku tidak mengetahui adanya keterlambatan pembayaran tersebut.
Asisten Lapangan SPPG Protomulyo, Ahmad Munfarid, menyampaikan bahwa pihaknya tidak mengetahui secara rinci mekanisme pembayaran kepada supplier. Ia menjelaskan bahwa anggaran dari pemerintah untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah disalurkan kepada koperasi yang mengelola pengadaan bahan makanan.
Pewarta : Wahyudi
Editor dan Grafis : Ghani Ramadhan.





