Home / Nasional dan Internasional / Iran Setuju Buka Selat Hormuz Selama 2 Minggu Usai Trump Tunda Serangan

Iran Setuju Buka Selat Hormuz Selama 2 Minggu Usai Trump Tunda Serangan

Foto: Selat Hormuz (REUTERS/Nicolas Economou).

Jakarta,REDAKSI17.COM – Iran mengatakan akan membuka lalu lintas maritim melalui Selat Hormuz selama dua minggu. Iran mengumumkan jeda tersebut akan digunakan untuk pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS) dalam mengakhiri perang.

“Selama dua minggu, jalur aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran dan dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis,” tulis Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di X dilansir kantor berita AFP, Rabu (8/4/2026).

Negosiasi tersebut akan digelar di Islamabad mulai hari Jumat. Sementara itu, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Republik Islam Iran mengatakan dalam pernyataan terpisah bahwa negosiasi tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua minggu tetapi dapat diperpanjang atas kesepakatan bersama.

“Diperpanjang atas kesepakatan bersama para pihak,” tuturnya.

Trump Tangguhkan Serangan ke Iran 2 Minggu
Presiden AS Donald Trump sebelumnya setuju untuk menangguhkan serangan ke Iran. Trump bakal menunda serangan ke Iran dalam 2 minggu.

Dalam pernyataan Trump yang diunggah akun X Gedung Putih, Trump memberikan syarat kepada Iran. Yakni Iran harus membuka Selat Hormuz secara penuh.

“Berdasarkan percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir dari Pakistan, di mana mereka meminta agar saya menunda penggunaan kekuatan destruktif yang akan dikirim malam ini ke Iran, dan dengan syarat Iran menyetujui pembukaan penuh, segera, dan aman atas Selat Hormuz, saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama periode dua minggu. Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah!” kata Trump.

Menurutnya, kesepakatan antara AS dan Iran bakal tercapai. Ia juga berbicara mengenai perdamaian jangka panjang dengan Iran.

“Sudah sangat dekat dengan tercapainya kesepakatan definitif mengenai perdamaian jangka panjang dengan Iran, dan perdamaian di Timur Tengah. Kami telah menerima proposal 10 poin dari Iran, dan percaya bahwa itu merupakan dasar yang dapat dijalankan untuk bernegosiasi. Hampir semua berbagai poin perselisihan di masa lalu telah disepakati antara Amerika Serikat dan Iran, namun periode dua minggu akan memungkinkan kesepakatan tersebut diselesaikan dan dirampungkan,” jelas Trump.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *