BANTUL,REDAKSI17.COM – Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo bersama CEO Krista Exhibitions Group, PT Kristamedia Pratama, Daud Salim secara resmi membuka Jogja Printing Expo 2026 yang digelar di Jogja Expo Center, Rabu (8/4). Pameran ini berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 8 hingga 11 April 2026.
Dalam sambutannya, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyampaikan harapannya agar pameran tersebut mampu mendorong kreativitas sekaligus pertumbuhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor percetakan, khususnya di Kota Yogyakarta.
Ia menilai, kegiatan ini juga menjadi ruang strategis untuk memperluas jejaring (networking) dan pemasaran.
“Pameran ini menjadi inisiatif penting dalam mendukung industri percetakan lokal di era digital. Selain mempertemukan pelaku usaha dengan teknologi dan bahan baku berkualitas, juga membuka peluang kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.
Menurutnya, konsep pameran yang menggabungkan tiga sektor industri percetakan, kemasan, serta makanan dan minuman menjadi kekuatan tersendiri karena saling terhubung dalam rantai produksi dan distribusi.

Hasto juga menyoroti adanya pergeseran tren bisnis percetakan, di mana sektor kemasan (packaging) masih menunjukkan pertumbuhan signifikan di tengah menurunnya media cetak konvensional.
Ia menambahkan, Kota Yogyakarta memiliki potensi besar di bidang kreativitas, didukung keberadaan Pusat Desain Industri Nasional (PDIN) yang menjadi satu-satunya di Indonesia. Hal ini membuka peluang kolaborasi lebih luas, termasuk dengan pemerintah daerah lain seperti DKI Jakarta.
“Jogja ini kota kreatif, banyak seniman dan pelaku industri kreatif. Ke depan, tidak menutup kemungkinan Jogja Printing Expo dapat berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan daya tarik dan jumlah pengunjung,” imbuhnya.
Hasto juga menegaskan bahwa struktur industri di Kota Yogyakarta didominasi oleh UMKM, termasuk di sektor percetakan yang mencapai sekitar 80 persen. Oleh karena itu, dukungan terhadap industri berbasis UMKM dinilai sangat penting untuk menjaga keberlanjutan ekonomi daerah.
Sementara itu, CEO Krista Exhibitions Group, PT Kristamedia Pratama, Daud Salim menjelaskan, Jogja Printing Expo 2026 menghadirkan beragam teknologi terkini dalam industri cetak, mulai dari digital printing hingga teknologi finishing.
“Pameran ini menampilkan teknologi cetak untuk berbagai media seperti kertas, tekstil, akrilik, logam, kulit hingga kayu. Semua yang membutuhkan kreativitas dan teknologi mesin modern kami hadirkan disini,” jelasnya.

Pihaknya menambahkan, pameran ini diikuti oleh 35 perusahaan yang berasal dari Kota Yogyakarta, Jakarta, dan Surabaya, serta melibatkan sekitar 10 pelaku UMKM. Dimana Kota Yogyakarta menjadi kota pertama dalam rangkaian pameran printing tahun 2026 sebelum dilanjutkan ke Surabaya dan Jakarta.
“Harapannya, melalui pameran ini akan tercipta peluang baru, kolaborasi, serta pertumbuhan nyata bagi industri percetakan dan kemasan di Indonesia, khususnya di Kota Yogyakarta,” ungkapnya.
Selanjutnya, Ketua Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) DIY, Roni Sugiarto mengungkapkan, adanya penurunan permintaan cetakan konvensional serta meningkatnya biaya bahan baku menjadi kendala utama.
“Kami berharap ada perhatian khusus dari pemerintah agar industri percetakan kecil dapat bertahan dan berkembang, karena sektor ini juga menyerap banyak tenaga kerja,” ujarnya.
Ia berharap, dengan adanya pameran ini industri percetakan di Kota Yogyakarta mampu terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta memperkuat daya saing di tengah dinamika pasar yang terus berubah.


