
Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Bupati Gunungkidul melakukan kunjungan langsung untuk meninjau kondisi Anidya, yang akrab disapa Dik Ida, seorang warga yang mengalami kecelakaan hebat pada tahun 2023. Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi oleh Ketua DPRD, Kapolres, Ketua Baznas, Panewu, serta Lurah setempat untuk memberikan dukungan moril dan memastikan penanganan yang tepat bagi warganya.
Ida diketahui mengalami gegar otak berat serta berbagai cedera serius lainnya, termasuk patah tulang pada bagian pinggul dan tangan.
Akibat kecelakaan tersebut, Ia sempat mengalami koma selama lebih dari satu bulan di Rumah Sakit Bethesda setelah dirujuk dari RS Panti Rahayu. Selama masa pemulihan, Ida sempat bergantung pada selang sonde untuk makan selama delapan bulan sebelum akhirnya beralih ke makanan lunak karena adanya iritasi.
Hingga saat ini, ia masih memerlukan kontrol rutin setiap bulan ke dokter spesialis saraf di RS Bethesda.
Menanggapi kendala transportasi yang dialami keluarga selama tiga tahun terakhir, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menegaskan bahwa mobilitas pasien tidak boleh menjadi hambatan. Pihak Puskesmas Ponjong telah menyatakan kesiapan untuk melakukan penjemputan, bahkan Bupati secara pribadi siap menyiapkan ambulans antar-jemput khusus untuk Ida.
“Jika untuk alat transportasi kontrol, saya rasa tidak menjadi persoalan,” tegas Bupati.
Selain masalah medis, Bupati juga menyoroti hambatan dalam klaim Jasa Raharja terkait kondisi cacat permanen yang dialami Ida. Ia secara khusus meminta atensi dari Direktur Jasa Raharja agar segera menindaklanjuti berkas-berkas yang telah dikirimkan dari rumah sakit terkait.
Bupati juga meminta Kapolres, Wakil Direktur RSUD, serta jajaran pimpinan daerah lainnya untuk mengawal kasus ini agar Ida mendapatkan haknya untuk hidup layak.
Dalam kesempatan tersebut, bantuan berupa kursi roda, bahan pangan, dan popok diserahkan untuk mendukung kebutuhan harian Ida. Di sisi lain, Bupati memberikan peringatan keras kepada para Lurah dan perangkat desa agar lebih peka terhadap kondisi warga yang tidak berdaya. Ia meminta agar perangkat desa segera melapor jika ada warga yang membutuhkan kehadiran pemerintah tanpa harus menunggu kasus tersebut menjadi viral di media sosial.
Kunjungan ini ditutup dengan imbauan kepada seluruh masyarakat agar selalu berhati-hati dalam berkendara dan mematuhi aturan lalu lintas.
“Kecelakaan ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Salah satu penyebab kecelakaan adalah ketidakhati-hatian di jalan,” pungkasnya sembari mengajak masyarakat mendoakan kekuatan dan kesabaran bagi keluarga korban.
Sementara itu, Tutik Yuliati selaku Kakak dari Ida mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kunjungan langsung Bupati Gunungkidul beserta Kapolres dan jajarannya ke kediaman mereka, Rabu, (8/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, pihak keluarga menyampaikan sejumlah kendala krusial yang mereka hadapi dalam merawat Ida, mulai dari masalah transportasi medis hingga hambatan birokrasi klaim asuransi.
Salah satu keluhan utama yang disampaikan adalah kesulitan mendapatkan transportasi untuk kontrol rutin ke rumah sakit. Meski tersedia layanan ambulans, pihak keluarga mengaku bahwa jadwal ambulans seringkali tidak tersedia tepat pada tanggal kontrol Ida. Kondisi ini memaksa keluarga untuk menyewa kendaraan dari tetangga agar proses pengobatan tetap berjalan.
Selain masalah transportasi, keluarga juga mengharapkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan harian Ida yang meliputi susu, popok (pampers), makanan bergizi, vitamin, serta obat-obatan untuk menunjang kesehatannya.
Hambatan Klaim Jasa Raharja
Pihak keluarga secara khusus memohon pendampingan dari pihak Polres dalam mengurus administrasi klaim Jasa Raharja untuk cacat tetap. Mereka mengaku bingung karena pengajuan klaim sebelumnya dinilai masih kurang lengkap oleh kantor pusat Jasa Raharja di Jalan Parangtritis/Jalan Bantul, padahal mereka merasa sudah mengikuti arahan dari Rumah Sakit Bethesda.
“Kami mohon bantuan dikawal dalam pengajuan Jasa Raharja karena dari pihak keluarga belum paham betul prosedurnya. Kami merasa syarat sudah lengkap sesuai arahan, tapi ternyata masih ada kekurangan di tingkat pusat,” ungkap Tutik saat berdialog dengan Bupati.
Menanggapi hal tersebut, keluarga sangat berharap kunjungan ini dapat memberikan solusi nyata, terutama dalam hal kemudahan akses transportasi kesehatan dan percepatan proses administrasi asuransi bagi anggota keluarga mereka yang mengalami disabilitas.



