Home / Nasional dan Internasional / Gencatan Senjata Iran-AS Terancam Bubar, Israel Dituding Melanggar Gara-gara Serangan ke Lebanon

Gencatan Senjata Iran-AS Terancam Bubar, Israel Dituding Melanggar Gara-gara Serangan ke Lebanon

Iran mengultimatum akan menarik diri dari perjanjian gencatan senjata dengan Amerika Serikat jika Israel terus menyerang Lebanon.

Teheran,REDAKSI17.COM – Fakta baru dari gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat mengejutkan publik

Terbaru, Iran mengancam akan menarik diri dari perjanjian gencatan senjata dengan Amerika Serikat jika Israel terus menyerang Lebanon.

“Iran akan menarik diri dari perjanjian tersebut jika pelanggaran gencatan senjata oleh rezim Zionis terus berlanjut melalui serangan terhadap Lebanon,” kata sumber tersebut kepada kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, Rabu (8/4/2026).

Sumber tersebut menambahkan, Teheran sedang meninjau situasi di tengah apa yang digambarkan sebagai pelanggaran Israel yang berkelanjutan terkait dengan serangan Lebanon.

Menurut sumber itu, penghentian perang di semua lini, termasuk Lebanon, telah diterima oleh AS berdasarkan rencana gencatan senjata dua minggu yang diusulkan.

Namun, Israel dituding telah melakukan pelanggaran nyata terhadap gencatan senjata  dengan melancarkan serangan brutal terhadap Lebanon.

Tentara Israel mengatakan, mereka menyerang lebih dari 100 lokasi dalam waktu 10 menit di berbagai wilayah di Beirut, Lembah Beqaa, dan Lebanon selatan.

Menteri Kesehatan Lebanon menyatakan, 182 orang tewas dan 890 orang terluka dalam serangan besar Israel yang dilancarkan saat AS-Iran gencatan senjata.

Total, 1.739 orang tewas sejak Israel menyerang Lebanon awal Maret 2026.

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan, gencatan senjata perang Iran tidak termasuk Lebanon.

Pernyataan ini berbeda dari klaim Pakistan selaku mediator, yang sebelumnya menyebut bahwa Lebanon termasuk dalam paket kesepakatan damai tersebut.

Padahal, Hizbullah yang didukung Iran juga tidak mengeklaim operasi apa pun sejak pukul 1 pagi.

Namun, Israel justru memperbarui perintah evakuasi untuk wilayah lebih dari 40 kilometer di Lebanon, dengan mengatakan pertempuran masih berlangsung.

Peringatan itu dikeluarkan setelah peringatan lain untuk mengevakuasi sebuah bangunan di wilayah Tyre selatan, yang kemudian diserang oleh Israel, menurut Kantor Berita Nasional Lebanon yang dikelola pemerintah.

NNA melaporkan beberapa serangan di seluruh wilayah selatan pada Rabu.

Seorang pejabat Lebanon mengatakan, pihak berwenang belum diberitahu tentang dimasukkannya Lebanon ke dalam daftar tersebut.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *