Jakarta,REDAKSI17.COM – Indonesia mengalihkan impor minyak dan LPG yang biasanya dari Timur Tengah, ke negara-negara lain yang tidak terdampak penutupan Selat Hormuz oleh Iran.
Sekretaris Ditjen Migas Kementerian ESDM Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam menyampaikan negara tersebut diantaranya yakni Amerika, Afrika, Asia dan negara-negara di ASEAN. Adapun langkah ini merupakan bagian dari langkah menjaga pasokan energi nasional di tengah kondisi geopolitik yang tidak menentu.
“Kami mengalihkan sumber impor yang tadinya berasal dari negara Timur Tengah yang terkendala dengan masalah di Selat Hormuz menjadi ke negara-negara lain seperti Amerika, Afrika, Asia dan negara-negara di ASEAN,” ujar Rizwi dalam rapat dengan Komisi XII DPR, Rabu (8/4/2026).
Langkah lainnya yang dilakukan pemerintah dalam menjaga stok dan pasokan energi ialah, melakukan pengaturan konsumsi BBM dan LPG secara wajar dan bijak. Hal ini ditandai dengan telah diterbitkannya Surat Pengaturan dari Ditjen Migas dan BPH Migas.
Kemudian, Kementerian ESDM menginstruksikan kepada seluruh K3S agar mengutamakan pasokan dalam negeri daripada ekspor.
“Artinya, produksi dalam negeri diupayakan untuk seluruhnya dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk hilang minyak di dalam negeri,” terang Rizwi.
Pemerintah juga mengoptimalkan kilang-kilang dalam negeri. Selanjutnya, Kementerian ESDM sedang melakukan pencarian LPG dari impor maupun produksi LPG dalam negeri. Di mana LPG yang selama ini dijual ke industri diupayakan untuk dialihkan untuk kebutuhan LPG 3 kg.
“Kami juga mengupayakan sumber-sumber LPG lain di negara-negara Asia dan ASEAN. Selain itu, kami juga menginstruksikan kepada kilang LPG swasta agar memprioritaskan penawaran kepada Pertamina Patra Niaga yang tadinya produksinya dijual kepada industri, tapi kami memberikan usulan prioritas kepada kilang-kilang LPG swasta untuk diberikan produksinya penawaran pertama kepada Pertamina Patra Niaga yang LPG-nya dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat,” jelas Rizwi.
Rizwi menyampaikan dari langkah-langkah tersebut, dipastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG tetap aman. “Dapat kami tegaskan bahwa pasokan BBM dan LPG nasional saat ini dalam kondisi aman,” tutur Rizwi.





