Kulon Progo,REDAKSI17.COM – Embarkasi Haji Kulon Progo akan memulai operasionalnya pada 21 April 2026. Penyelenggaraan ibadah haji ini mengusung konsep layanan berbasis hotel bintang 3 dan 4, berbeda dari kebanyakan embarkasi lain yang menggunakan asrama haji milik pemerintah.
Skema inovatif ini dirancang untuk meningkatkan kenyamanan jemaah sekaligus membantu mereka beradaptasi dengan fasilitas akomodasi yang akan mereka temui di Arab Saudi, seperti dilansir dari Cahaya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah DIY, M. Jauhar Mustofa, menyatakan bahwa seluruh persiapan teknis dan administratif telah mendekati tahap akhir. Ia menjelaskan bahwa jadwal awal keberangkatan kloter pertama adalah 22 April 2026 pukul 06.30 pagi, namun masih menunggu pembaruan dari maskapai Garuda.
Penggunaan fasilitas hotel berbintang seperti Hotel Ibis (bintang 3) dan Hotel Novotel (bintang 4) menjadi ciri khas utama embarkasi ini. Konsep tersebut tidak hanya fokus pada kenyamanan, tetapi juga berfungsi sebagai simulasi layanan haji bagi jemaah.
Jauhar Mustofa menambahkan bahwa layanan ini mencakup akomodasi dan konsumsi dengan sistem full board. Integrasi pelayanan ini diharapkan dapat memberikan standar yang lebih baik dibandingkan embarkasi konvensional.
Menurut Jauhar, model layanan berbasis hotel di Embarkasi Yogyakarta ini merupakan yang pertama dan satu-satunya, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia. Lokasi yang strategis, dekat dengan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), juga menjadi nilai tambah karena memangkas waktu tempuh bagi jemaah.
Pemanfaatan hotel sebagai embarkasi memberikan manfaat adaptasi signifikan bagi jemaah sebelum tiba di Tanah Suci. Selama menginap di embarkasi, jemaah akan terbiasa dengan fasilitas hotel yang serupa dengan akomodasi di Makkah dan Madinah.
Ini bertujuan agar jemaah tidak merasa kaget saat mereka tiba dan menempati hotel di Tanah Suci. Mereka akan menjalani sekitar satu hari satu malam di embarkasi untuk membiasakan diri dengan fasilitas hotel.
Secara operasional, Embarkasi Kulon Progo direncanakan melayani total 9.320 jemaah. Jumlah tersebut akan dibagi ke dalam 26 kelompok terbang (kloter).
Jemaah yang dilayani berasal dari seluruh wilayah DIY serta eks-Karesidenan Kedu di Jawa Tengah, meliputi Kebumen, Purworejo, Magelang (kota dan kabupaten), Wonosobo, dan Temanggung.
Untuk menjaga kenyamanan dan keamanan, Hotel Ibis akan disterilkan dari tamu umum selama musim haji. Sementara itu, Hotel Novotel akan tetap menerima tamu reguler, namun sebagian areanya dialokasikan untuk operasional Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).
Fasilitas yang disediakan juga mengedepankan prinsip ramah lansia, termasuk ketersediaan kursi roda dan petugas pendamping. Hal ini diharapkan dapat memberikan rasa nyaman lebih bagi jemaah.
Di tengah kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah yang dinamis, pemerintah memastikan bahwa jadwal keberangkatan haji masih berjalan sesuai rencana. Para pejabat, termasuk Wakil Menteri dan Direktur Jenderal terkait, telah berada di Arab Saudi untuk memastikan seluruh persiapan haji berjalan lancar.
Pemerintah daerah tetap menunggu kebijakan lebih lanjut dari pusat jika terjadi perubahan. Namun, sampai saat ini, informasi yang disampaikan kepada jemaah adalah bahwa jadwal keberangkatan tetap sesuai dengan yang telah ditetapkan semula.
Proses keberangkatan jemaah dari hotel menuju terminal Bandara YIA akan dimulai lima jam sebelum jadwal penerbangan. Sebagai contoh, jemaah yang terbang pukul 06.30 WIB akan memulai proses ini sejak pukul 01.00 dini hari.





