
JAKARTA,REDAKSI17.COM – Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia menghentikan impor bahan bakar dalam dua hingga tiga tahun ke depan seiring percepatan agenda kemandirian energi nasional.
“Mungkin dalam dua atau tiga tahun ke depan, kita tidak perlu mengimpor bahan bakar sama sekali,” kata Prabowo saat meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial listrik di Magelang, Jawa Tengah, Kamis, dikutip antaranews.
Pemerintah mengandalkan program elektrifikasi 100 gigawatt yang ditargetkan rampung dalam dua tahun. Program ini mencakup penghentian 13 pembangkit listrik tenaga diesel milik PT PLN yang selama ini menyerap konsumsi bahan bakar dalam jumlah besar.
Penghentian operasional pembangkit tersebut diperkirakan menghemat hingga 200.000 barel solar per hari. Dengan impor BBM Indonesia saat ini sekitar 1 juta barel per hari, langkah ini berpotensi menekan ketergantungan impor hingga 20%.
Selain elektrifikasi, pemerintah mempercepat adopsi kendaraan listrik dan pengembangan energi terbarukan. Upaya ini termasuk pengolahan minyak sawit dan minyak jelantah menjadi bahan bakar penerbangan untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Prabowo juga menegaskan pemerintah akan mengalokasikan investasi besar untuk pembangunan fasilitas pengolahan dan kilang guna mendukung transformasi energi. “Kita akan mandiri, kita akan kuat, kita akan berdiri di atas kaki kita sendiri,” ujarnya.
Peresmian fasilitas kendaraan listrik di Magelang menjadi bagian dari strategi hilirisasi dan industrialisasi teknologi domestik. Pemerintah menargetkan kapasitas produksi mencapai 10.000 unit bus per tahun, sekaligus meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) hingga 80%.





