Permintaan itu disampaikan langsung Trump dalam percakapan telepon, sebagai upaya meredakan ketegangan di kawasan sebelum perundingan berlangsung.
“Saya berbicara dengan Bibi (panggilan akrab Netanyahu), dan dia akan menahan diri dari hal itu (serangan di Lebanon). Saya percaya kita harus lebih menahan diri,” ujar Trump, menegaskan pentingnya pengendalian diri jelang proses diplomasi berlangsung.
Langkah tersebut muncul di tengah rencana perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Ibu Kota Islamabad. Upaya menekan Israel dinilai krusial untuk menciptakan suasana kondusif agar negosiasi tidak terganggu eskalasi konflik di Lebanon.
Sebelumnya, Trump sempat berubah sikap terkait posisi Lebanon dalam kesepakatan gencatan senjata dengan Iran. Awalnya dia dilaporkan menyetujui memasukkan Lebanon dalam skema tersebut, namun kemudian berbalik arah setelah berbicara dengan Netanyahu.
Padahal, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif bersama Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi telah meyakinkan Trump bahwa Lebanon perlu dimasukkan dalam kesepakatan gencatan senjata. Pakistan berperan sebagai mediator dalam konflik antara AS dan Iran.





