Bursa Pecah Telur! BSA Logistic Jadi IPO Pertama di 2026/Foto: Andi Hidayat/detikcom
Jakarta,REDAKSI17.COM – PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) resmi menjadi perusahaan tercatat pertama di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2026. Pencatatan sebagai perusahaan terbuka WBSA dilakukan melalui proses Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO), Jumat (10/4/2026).
Berdasarkan papan perdagangan BEI, WBSA tercatat naik hingga menyentuh Auto Reject Atas (ARA) sebesar 34,52% ke harga Rp 226 per lembar saham. Dalam IPO ini, WBSA menunjuk PT OCBS Sekuritas Indonesia dan PT Semesta Indovest Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Emiten yang fokus pada layanan angkutan multimoda ini melepas sebanyak 1.800.000.000 saham baru atau 20,75% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Adapun harga penawaran perdana dipatok sebesar Rp 168 per saham.
WBSA mencatat oversubscribe dari pencatatan saham perdana sebesar 386,86 kali. Melalui aksi korporasi ini, BSA Logistic berhasil menghimpun dana segar sebesar Rp 302,4 miliar melalui IPO.
Direktur Utama BSA Logistics Indonesia,Edwin Wibowo, menjelaskan industri logistik domestik masih memiliki peluang pertumbuhan yang besar. Pasalnya, logistik menjadi salah satu sektor utama yang menopang rantai pasok global.
“Kami membangun konektivitas, konektivitas yang menghubungkan kebutuhan dengan solusi, potensi dengan peluang. Dengan aspirasi mentranspormasi fungsi logistik yang selama ini hanya dipandang sebagai biaya, menjadi competitive advantage untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ungkap Edwin dalam sambutannya di Main Hall BEI, Jakarta Selatan, Jumat (10/4/2025).
Dana IPO ini akan dialokasikan untuk mengakuisisi PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL) sebesar Rp 215 miliar untuk 191.250 lembar atau setara dengan 99,99% saham. Akuisisi ini dilakukan untuk memperkuat layanan logistik end-to-end dan belanja modal meningkatkan kapasitas operasional serta efisiensi layanan.
Kemudian sisanya dialokasikan sebagai modal kerja perusahaan. Modal kerja ini mencakup kegiatan operasional sehari-hari, menjaga likuiditas usaha, dan memperkuat kapasitas layanan logistik multimoda perusahaan.
Sebagai informasi, WBSA menjadi emiten pertama yang tercatat di BEI sepanjang tahun 2026. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengingatkan perseroan tetap menjaga transparansi, tata kelola perusahaan yang baik, serta mengalokasikan dana himpunan secara disiplin.
“Dana IPO yang diperoleh dari publik, harus digunakan secara disiplin dan sesuai dengan prospektus yang telah disampaikan kepada publik. Perseroan diharapkan mampu menunjukkan pertumbuhan yang berkelanjutan dan berkualitas,” ungkap Nyoman dalam sambutannya.





