Jakarta,REDAKSI17.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana membentuk bank baru fokus Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Langkah ini dilakukan melalui pengambilalihan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Ia mengusulkan PNM menjadi Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan seperti PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).
“Jadi PNM jadi bank mungkin di bawah SMI atau PIP, di bawah kita dia akan menyalurkan KUR,” ujarnya.
Dana KUR sekitar Rp 40 triliun per tahun akan dialihkan ke PNM dan disuntik rutin oleh pemerintah.
“Kalau saya injek situ 4 tahun, 5 tahun berturut-turut, dia sudah jadi satu bank yang punya modal Rp 200 triliun. Itu sudah bank besar,” jelasnya.
Bank tersebut nantinya tidak hanya menyalurkan kredit, tetapi juga membangun ekosistem UMKM.
“Ada penasihatnya, ada pelatihannya, ada pemasarannya, ada penjamin kreditnya, dan lain-lain,” imbuhnya.
Rencana ini telah dilaporkan dan mendapat sinyal persetujuan dari Presiden Prabowo Subianto.
Purbaya juga meminta dukungan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) untuk realisasinya.
Ia menilai penyaluran KUR selama ini belum tepat sasaran dan sulit diakses pelaku UMKM.
“Saya tergelitik juga… Kenapa UMKM yang naik kelas yang betul-betulan enggak ada?” katanya.
Menurutnya, bank penyalur cenderung memilih debitur berisiko rendah karena orientasi profit.
“Desain BRI untuk untung bukan untuk membantu rakyat. Jadi itu mesti dipikirkan,” ungkapnya.
Karena itu, PNM perlu dipisahkan dari BRI dan diambil alih Kementerian Keuangan.
“Kalau mau UMKM dibereskan ya seperti itu… setiap tahun marah-marah orang-orang ke saya,” tutupnya.





