Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Pemerintah Daerah (Pemda) DIY terus memperkuat jejaring internasional dengan menempatkan masyarakat sebagai pusat pembangunan. Kolaborasi DIY–Inggris kini kian solid, dengan fokus pada penguatan edukasi berbasis komunitas sebagai investasi intelektual jangka panjang untuk mencetak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global.
Hal tersebut ditegaskan Wakil Gubernur (Wagub) DIY KGPAA Paku Alam X saat menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, di Gedhong Pareanom, Kompleks Kepatihan, Kamis (9/4). Pertemuan ini menjadi langkah konkret untuk memperdalam kemitraan kedua pihak, tidak hanya di level pemerintah, tetapi juga menyentuh langsung masyarakat.
Sri Paduka menegaskan arah pembangunan DIY tidak lagi bertumpu pada pendekatan konvensional berbasis industri besar, melainkan pada penguatan kapasitas manusia melalui gerakan berbasis komunitas. Menurutnya, keterbatasan wilayah dan tingginya kepadatan penduduk justru menjadi dorongan untuk mengoptimalkan potensi masyarakat sebagai kekuatan utama pembangunan.
“Edukasi warga menjadi kunci. Ini adalah investasi intelektual jangka panjang yang akan menentukan daya saing daerah. Kami mendorong tumbuhnya komunitas yang berdaya, kreatif, dan mandiri,” tegas Sri Paduka.
Pendekatan tersebut tercermin dalam berbagai program strategis, salah satunya Kalurahan Mandiri Budaya yang telah berkembang di puluhan kalurahan. Model bottom-up dinilai efektif menjawab keragaman sosial sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat dari tingkat akar rumput.
Selain itu, Sri Paduka juga menyoroti pentingnya kolaborasi global dalam menjawab tantangan lingkungan yang semakin kompleks, seperti kualitas udara dan pengelolaan sampah. Edukasi lingkungan berbasis komunitas menjadi salah satu fokus yang dinilai relevan untuk dikembangkan bersama mitra internasional.
Sebagai kota pelajar dengan lebih dari 110 perguruan tinggi, DIY memiliki modal besar dalam pengembangan sumber daya manusia. Untuk itu, kerja sama dengan Inggris diarahkan pada penguatan pendidikan, khususnya sektor vokasi, serta perluasan akses edukasi bagi kelompok rentan dan marjinal.
Dubes Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, menyampaikan apresiasi atas pendekatan pembangunan DIY yang menempatkan masyarakat sebagai aktor utama. Ia menilai bahwa kesamaan visi ini menjadi fondasi kuat dalam memperluas kolaborasi di berbagai sektor strategis.
“Kami melihat peluang besar untuk memperdalam kemitraan, mulai dari pendidikan, lingkungan, hingga budaya. Yang terpenting, kerja sama ini harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Inggris melalui berbagai inisiatif, termasuk British Council, siap mendukung penguatan ekosistem pendidikan dan budaya di DIY. Dukungan tersebut mencakup program ketahanan iklim, mobilitas rendah karbon, pengelolaan sampah berbasis sekolah di Bantul, serta pengembangan kehutanan sosial dan ekowisata berbasis komunitas di Kulon Progo.
Kolaborasi ini menegaskan komitmen bersama terhadap pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui penguatan kapasitas masyarakat. Edukasi komunitas menjadi benang merah yang menghubungkan berbagai sektor, sekaligus fondasi dalam menciptakan masa depan DIY yang tangguh dan berdaya saing global.
Dengan semangat kolaboratif, DIY optimistis kemitraan dengan Inggris akan terus berkembang sebagai pengungkit pembangunan yang tidak hanya progresif, tetapi juga berakar kuat pada nilai, budaya, dan kekuatan masyarakat. Kolaborasi ini juga diyakini mampu melahirkan sumber daya manusia unggul sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan lingkungan di DIY.
Humas Pemda DIY





