Home / Daerah / Sri Sultan Harap Ekonomi DIY 2026 Tembus 6%

Sri Sultan Harap Ekonomi DIY 2026 Tembus 6%

Bantul,REDAKSI17.COM – Pada triwulan IV 2025, di tengah situasi efisiensi atas anggaran belanja, perekonomian DIY mampu tumbuh sebesar 5,94 persen (year on year), yang menjadikannya sebagai capaian tertinggi di Pulau Jawa. Meski anggaran belanja menurun, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap, dengan fokus pada anggaran yang dimiliki baik pemerintah daerah maupun kabupaten/kota, pertumbuhan ekonomi DIY tahun 2026 dapat tembus 6%.

Harapan tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam giat Silaturahmi Gubernur dan Wakil Gubernur DIY 1447 H/2026 M di Kabupaten Bantul, pada Jumat (10/04). Momen silaturahmi yang berlangsung di Pendopo Parasamya Bantul ini, turut dihadiri oleh jajaran kepala OPD di lingkungan Pemda DIY, Bupati, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul beserta para ASN di lingkungan Pemkab Bantul.

Dalam kesempatan ini, di samping fokus, Sri Sultan juga berpesan agar para ASN Kabupaten Bantul dapat semakin inovatif dan kreatif. Momentum Idulfitri kali ini pun diharapkan bernilai inspiratif, sebab menghadirkan ide-ide pembaharuan yang segar, dalam bingkai pengabdian, sosial kemasyarakatan dan kerukunan, sebagai pertanda kehidupan yang bermartabat.

“Dengan menyadari betapa rumitnya tantangan yang kerap yang membelit bangsa ini, Idulfitri adalah momentum tepat untuk introspeksi diri bagi segenap anak bangsa. Kewajiban kita adalah bagaimana untuk memilin benang-benang spiritualitas, agar menjadi penguat semangat kebangsaan, dan terajut sebagai perekat rasa kemanusiaan. Kewajiban ini berarti, kita telah ikut menguatkan prinsip ajaran Islam sebagai rahmatan ‘lil alamin,” ujar Sri Sultan.

Dikatakan Sri Sultan, bagi pemerintah, moralitas tersebut sejatinya telah terpancar dari ajaran Serat Piwulang Sampéyandalem Ingkang Sinuwun Sri Sultan Hamengku Buwana I (Sinuwun Swargi), sebagai suluh budi yang menuntun arah laku pengabdian. Di mana, di dalamnya termaktub nilai moralitas, yakni “Konca iku sadulur, kancuhane nglakoni kardi, mati urip tan pisah, dulur siyang dalu, badan siji kuwat”. Bahwasanya, sesama dalam pengabdian, pada hakikatnya adalah saudara, yang dipersatukan oleh amanah, oleh tanggung jawab bersama, dan oleh ikhtiar yang dijalankan seiring sejalan.

Serat tersebut juga menegaskan, “Kang utama tansah ulah ing sih,” bahwa keutamaan pengabdian sejatinya bertumbuh dari tanggung jawab, dari empati, dan dari keluhuran budi. “Dan kita pun tidak boleh lengah pada untai nilai moral, ‘Lan aja lupa tibaning kang sih, wit sang radya pracaya ing sira’, bahwa kepercayaan yang melekat pada jabatan, sesungguhnya merupakan titipan mulia, yang wajib dijaga dengan satya, dengan kesungguhan, dan dengan kejernihan nurani,” jelas Sri Sultan.

Untuk itu, melalui momen Idulfitri ini, Sri Sultan turut mengajak segenap pihak untuk meneguhkan semangat pengabdian, kepedulian, dan solidaritas sosial, dalam bingkai Mulat Sarira, Jumangkah Jantraning Laku. “Selamat Idulfitri 1447 Hijriyah, mohon maaf lahir dan batin. Semoga Tuhan Sang Kuasa Cipta, senantiasa membimbing kita di jalan lurus-Nya, dalam setiap upaya mewujudkan tatanan peradaban Bantul ProjoTamansari dan Jogja Istimewa yang sejahtera, ‘kalis ing rubeda nir ing sambikala’,” pungkas Sri Sultan.

Pada kesempatan ini, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyebutkan bahwa kehadiran Sri Sultan dan Sri Paduka di tengah-tengah jajaran Pemkab Sleman menjadi sebuah kehormatan sekaligus anugerah besar yang diyakini dapat memotivasi untuk terus memegang teguh semangat Manunggal Jati Selaras. “Semangat ini pula yang kami jadikan landasan dalam melaksanakan pembangunan di Kabupaten Bantul agar selaras dengan visi pembangunan Daerah Istimewa Yogyakarta yang berbasis pada keluhuran budaya istimewa dan kesejahteraan masyarakat,” ucap Abdul Halim.

Pihak Abdul Halim pun menyadari, dalam menjalankan roda pemerintahan dan dawuh-dawuh Ngarsa Dalem selama setahun terakhir ini, masih terdapat berbagai kekurangan yang memerlukan perbaikan dan penyempurnaan. Oleh karena itu, melalui momentum syawalan ini, Pemkab Bantul berkomitmen untuk melakukan Mulat Sarira, memperbaiki diri serta meningkatkan sinergi demi mewujudkan Bantul yang maju, kuat, demokratis, dan sejahtera.

Selain itu, juga berkomitmen untuk meningkatkan integritas dan pengabdian berlandaskan semangat Satriya untuk mendukung visi pembangunan Daerah Istimewa Yogyakarta yang berkelanjutan. “Semoga upaya sinergis dan kolaboratif ini akan membawa kemajuan berkah dan kesejahteraan masyarakat Bantul pada khususnya, dan masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta pada umumnya.

Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *