Home / Daerah / Jogja Prima Fest 2026, Hidupkan Perekonomian dan Jajanan Lawas

Jogja Prima Fest 2026, Hidupkan Perekonomian dan Jajanan Lawas

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Jogja Prima Fest 2026 menjadi salah satu upaya Pemda DIY dalam mengangkat kembali kuliner tradisional, sekaligus mendorong peran perempuan dalam sektor ekonomi. Kegiatan yang dilaksanakan di Teras Malioboro 1 pada Jumat (10/4) ini tidak hanya menghadirkan festival jajanan lawas, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara perempuan, pelaku usaha, dan berbagai pihak terkait, serta ajang apresiasi bagi para pelaku Desa Prima di DIY.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk DIY, Erlina Hidayati Sumardi dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk menghidupkan kembali warisan kuliner daerah. “Jogja Prima Fest merupakan inisiatif strategis untuk mengangkat kembali kejayaan jajanan tempo dulu sebagai bagian dari identitas budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat, khususnya perempuan pelaku UMKM,” imbuhnya.

Erlina juga menambahkan, kegiatan ini dirancang secara terpadu agar memberikan dampak yang lebih luas. “Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan festival kuliner, tetapi juga sarasehan,workshop, hingga kampanye sosial yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku UMKM,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, mewakili Sekda DIY, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda DIY, Aria Nugrahadi dalam sambutannya menekankan pentingnya kuliner lokal sebagai bagian dari identitas daerah. “Kuliner lokal menyimpan narasi sejarah, pengetahuan antar generasi dan identitas yang membedakan jogja dari daerah lain,” ungkapnya.

Aria juga menyoroti pentingnya inovasi dalam pengembangan produk tradisional. Menurutnya, produk makanan tradisional jika dikembangkan dengan inovasi pengemasan yang baik, penguatan branding, dan dukungan pemasaran digital, dapat naik kelas dari produk rumahan menjadi produk unggulan.

Pada acara ini, hadir pula Wakil Ketua TP PKK DIY, GKBRAA Paku Alam. Gusti Putri pun menyempatkan diri berkeliling meninjau seluruh stan yang menampilkan beragam jajanan lawas khas Yogyakarta. Setiap stan menghadirkan kekhasan dari lima kabupaten/kota di DIY, yakni Kota Yogyakarta, Gunungkidul, Sleman, Kulon Progo, dan Bantul, termasuk produk dari penerima BKK Dana Keistimewaan.

Berbagai makanan tradisional seperti jamu, klepon, gethuk, pia gulung, crimping pisang, hingga olahan bawang merah turut meramaikan festival ini. Melalui Jogja Prima Fest 2026, diharapkan kuliner tradisional tidak hanya tetap lestari, tetapi juga mampu berkembang sebagai kekuatan ekonomi yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Yogyakarta sebagai kota budaya dan destinasi wisata kuliner.

HUMAS DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *