Peringatan itu muncul di tengah kesepakatan gencatan senjata yang diumumkan sebelumnya. Iran menilai, jika AS menggunakan pendekatan yang keliru atau menyesatkan, hal tersebut justru akan memperburuk situasi dan menggagalkan peluang perdamaian. Teheran secara tegas mengingatkan Washington agar tidak mengulangi kesalahan dengan bertindak seolah-olah dapat mengelabui Iran melalui jalur negosiasi.
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Iran Majid Takht Ravanchi menegaskan, negaranya tidak akan melanjutkan gencatan senjata tanpa jaminan kuat bahwa tidak akan ada serangan lanjutan di masa depan. Hal ini menjadi syarat utama dalam setiap proses perundingan yang tengah berlangsung.
Dalam pertemuan dengan para duta besar asing, kepala misi diplomatik, dan perwakilan organisasi internasional di Teheran pada Jumat (10/4/2026), Ravanchi menekankan Iran tetap membuka pintu diplomasi. Namun, dia mengingatkan dialog tidak boleh disalahgunakan.
“Iran selalu menyambut diplomasi dan dialog,” ujarnya, seraya menegaskan negosiasi tidak boleh dijadikan dalih untuk menipu atau mempersiapkan jalan bagi agresi baru.





