Jakarta,REDAKSI17.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga, melainkan jati diri bangsa yang mencerminkan kekuatan fisik, keteguhan jiwa, dan keluhuran akhlak. Hal ini disampaikan dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Sabtu (11/4) di Jakarta.
Dalam pidatonya, Presiden menyoroti pentingnya menjaga kemurnian pencak silat sebagai warisan ilmu kesatria yang telah terbukti menjadi bagian dari sejarah perjuangan bangsa. Ia menekankan bahwa kekuatan suatu bangsa tidak hanya diukur dari teknologi atau ekonomi, tetapi juga dari karakter rakyatnya—yang tangguh, berani, dan berakhlak.
Presiden juga mengingatkan bahaya “mentalitas rendah diri” (inferiority complex), khususnya di kalangan terdidik yang kerap memandang budaya asing lebih tinggi dibanding budaya sendiri. Menurutnya, IPSI memiliki peran strategis sebagai penjaga kebanggaan nasional agar generasi muda tetap menghargai akar budayanya.
“Kita hormat kepada semua bangsa, namun kita tidak boleh lupa pada bangsa sendiri. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati budayanya, orang tuanya, dan leluhurnya,” tegasnya.
Tak hanya itu, Presiden juga menyoroti pentingnya menjaga identitas budaya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui penggunaan atribut tradisional seperti baju Teluk Belanga, kopiah, dan sarung sebagai simbol martabat bangsa di tengah arus globalisasi.
Mengangkat filosofi pencak silat, ia mengingatkan bahwa pendekar sejati adalah mereka yang kuat namun rendah hati. “Semakin berisi semakin menunduk. Kerendahan hati, bukan kerendahan diri. Pendekar harus membela yang lemah dan menegakkan keadilan,” ujarnya.
Presiden juga mengulas sejarah kelam masa penjajahan, ketika pencak silat dilarang dan harus diajarkan secara sembunyi-sembunyi di surau, gunung, dan pelosok desa. Hal ini menunjukkan bahwa pencak silat bukan hanya seni bela diri, tetapi juga alat perjuangan rakyat yang telah teruji oleh waktu.
Menutup sambutannya, Presiden menyatakan pamit dari jabatan Ketua Umum PB IPSI untuk fokus menjalankan tugas kenegaraan. Namun, ia memastikan bahwa pemerintah akan terus mendukung penuh pelestarian dan pengembangan pencak silat agar tetap menjadi kebanggaan Indonesia di tingkat dunia.
Sumber: Sekretariat Presiden





