Home / Sains dan Teknologi / Lebih Bijak Dengan Kantong Teh Celup

Lebih Bijak Dengan Kantong Teh Celup

Kedengarannya sepele—cuma nyeduh teh pakai kantong teh. Tapi ternyata, kalau kantong tehnya berbahan plastik, ada hal yang nggak kelihatan tapi cukup bikin mikir dua kali. Penelitian dari Environmental Science & Technology nemuin bahwa satu kantong teh plastik yang diseduh air panas bisa “melepas” miliaran partikel super kecil ke dalam minuman kita.

Gini gampangnya: beberapa kantong teh modern—terutama yang bentuknya fancy—dibuat dari bahan plastik seperti nylon atau PET. Saat kena air panas (sekitar 95°C), bahan ini mulai “melemah” dan perlahan pecah jadi partikel sangat kecil yang disebut mikroplastik dan nanoplastik. Dalam satu kali seduh, jumlahnya bisa mencapai sekitar 11,6 miliar mikroplastik dan 3,1 miliar nanoplastik. Iya, miliaran… dalam satu cangkir teh.

Yang bikin agak serem, partikel ini ukurannya kecil banget—nggak kelihatan, nggak terasa, tapi tetap masuk ke tubuh saat diminum. Para peneliti bahkan mencoba menguji dampaknya ke organisme kecil di air. Hasilnya, ada perubahan perilaku dan perkembangan tubuh mereka. Walaupun efek jangka panjang ke manusia masih diteliti, ini jadi tanda bahwa partikel sekecil itu tetap bisa berinteraksi dengan sistem biologis.

Masalahnya, kita sering nggak sadar sumbernya. Banyak orang mikir mikroplastik cuma dari laut atau makanan laut, padahal dari kebiasaan sehari-hari kayak minum teh pun bisa ikut menyumbang. Ini yang bikin temuan ini menarik sekaligus sedikit mengganggu—karena sesuatu yang kita anggap “sehat dan santai” ternyata punya sisi tersembunyi.

Tapi bukan berarti harus langsung panik. Ada alternatif yang lebih aman, seperti pakai teh celup berbahan kertas, daun teh asli, atau infuser stainless. Intinya, makin kita sadar sumber mikroplastik, makin gampang juga buat kita ngurangin paparan tanpa harus mengubah gaya hidup secara ekstrem.

Sumber:
Hernandez, L. M. et al. (2019), penelitian dalam Environmental Science & Technology tentang pelepasan mikroplastik dari kantong teh plastik.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *