Teheran,REDAKSI17.COM – Bak dibodohi tuan rumah, Amerika Serikat tak tahu Iran punya jalur rahasia hingga kapal-kapalnya leluasa menembus blokade Selat Hormuz.
Pada Rabu (15/4/2026) ketika blokade AS di Selat Hormuz memasuki hari ketiga, sejumlah kapal yang terkait Iran memakai jalur baru untuk menuju Teluk Persia.
Kamis (16/4/2026), setidaknya dua kapal terpantau memasuki Teluk Persia melewati jalur berbeda dari biasanya.
Kedua kapal itu adalah kapal pengangkut gas minyak bumi cair atau LPG G Summer dan kapal tanker minyak raksasa Hong Lu atau RHN, dilansir dari TRT Wolrd.
Keduanya datang dari Uni Emirat Arab (UEA) menuju kawasan pesisir Iran.
Mereka menggunakan jalur yang berada di wilayah dekat Pulau Larak dan Pulau Qeshm.
Kapal G Summer yang berlayar dalam keadaan kosong dilaporkan menyiarkan informasi mengenai kepemilikan dan kru asal China.
Kapal ini mencantumkan Khor Al Zubair di Irak sebagai pelabuhan tujuan.
Langkah serupa diikuti oleh Hong Lu. Tanker raksasa yang mampu mengangkut hingga 2 juta barrel minyak mentah ini terpantau bergerak ke arah barat menyusuri pantai Iran dengan status menunggu perintah.
Selain kedua kapal tersebut, kapal pengangkut curah Rosalina juga dilaporkan mengambil rute yang sama.
Kapal ini memberi sinyal bahwa mereka tengah menuju pelabuhan di Iran dengan membawa muatan bahan pangan. Di sisi lain, arus lalu lintas keluar Teluk tetap berlangsung meski dalam jumlah yang sangat terbatas.
Dua kapal peti kemas terkait Iran, Golbon dan Kashan, terlihat meninggalkan Teluk pada Rabu, diikuti oleh kapal tanker produk kecil bernama Nobler yang menuju ke arah timur ke Teluk Oman.
Situasi di Selat Hormuz memicu perbedaan pernyataan antara pihak Washington dan Teheran.
Komando Pusat AS atau Central Command (Centcom) menegaskan bahwa blokade mereka tetap solid.
“Tidak ada kapal yang melewati blokade,” bunyi pernyataan Centcom pada Rabu.
Pihak AS menambahkan bahwa sembilan kapal telah mematuhi perintah untuk berputar balik menuju Iran. Namun, klaim tersebut dibantah oleh pihak Iran.
“Satu supertanker minyak kami telah berhasil mematahkan blokade tersebut,” sebut pernyataan resmi Iran tanpa merinci nama kapal yang dimaksud.
Meski demikian, data pelacakan kapal menunjukkan kemungkinan bahwa kapal yang dimaksud adalah tanker Alicia yang masuk ke wilayah Teluk pada Rabu.
Meskipun terdapat pergerakan kapal melalui rute-rute baru, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz secara keseluruhan telah melambat secara signifikan.
Hingga saat ini, belum terpantau adanya tanker minyak mentah Iran dengan muatan penuh yang keluar melewati selat.
Hal ini menempatkan arus ekspor minyak Iran, yang diperkirakan mencapai 1,7 juta barrel per hari, dalam risiko besar.
Para ahli mencatat bahwa penggunaan praktik armada gelap dan gangguan elektronik kemungkinan digunakan untuk mengaburkan beberapa pergerakan kapal guna menghindari deteksi blokade.





