Jakarta,REDAKSI17.COM – Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), mengungkapkan pihaknya telah menerjunkan tim ahli teknologi informasi (IT) untuk melacak asal-usul penyebaran potongan video ceramahnya di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang viral belakangan ini.
Langkah ini diambil menyusul tuduhan penistaan agama yang dialamatkan kepada dirinya.
JK menyatakan bahwa video yang beredar di media sosial merupakan potongan pendek berdurasi sekitar 45 hingga 50 detik yang telah dipisahkan dari konteks utuhnya.
Menurutnya, penghilangan konteks tersebut telah menggiring opini publik dan memicu kegaduhan.
“Kita minta polisi minta juga ahli-ahli IT untuk meneliti ini dari mana asalnya. Ini kan semua lewat IT, kita ingin tahu siapa yang mula-mula memasukkan dua kalimat itu (potongan video) dan mengedarkannya,” ujar Jusuf Kalla kepada awak media, Selasa (21/4/2026).
JK menegaskan bahwa pelacakan digital ini sangat penting untuk mengungkap apakah ada pihak tertentu yang secara sengaja mengorkestrasi isu SARA untuk memecah belah masyarakat.
Meski sudah memulai langkah investigasi mandiri lewat tim ahli, JK enggan terburu-buru menunjuk pihak tertentu sebagai tersangka utama.
“Jangan, saya tidak mau menduga-duga, tapi sekarang sedang diteliti lewat teknologi siapa itu (pelakunya),” ujar JK.
Terkait laporan hukum yang dilayangkan oleh sejumlah pihak atas tuduhan penistaan agama, JK mengaku tidak terlalu ambil pusing.
Ia justru menekankan agar publik melihat kesaksian para tokoh agama dari Poso dan Ambon yang hadir dalam konferensi pers tersebut untuk menjelaskan fakta sosiologis yang sebenarnya terjadi saat konflik masa lalu.
Penulis: Wahyu Gilang Putranto
Editor: Tiara Shelavie





