Home / Daerah / Konser Warawaditra, Cerminan Teladan Kartini yang Terus Hidup

Konser Warawaditra, Cerminan Teladan Kartini yang Terus Hidup

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Konser “Warawaditra”: Women Orchestra Concert dengan tema “Untukmu Kartiniku” yang digelar di Keraton Yogyakarta tidak sekadar dipandang sebagai pertunjukan musik dan budaya. Lebih dari itu, pertunjukan ini menjadi ruang refleksi, ruang penghormatan, sekaligus ruang peneguhan bahwa teladan Kartini masih membara dalam diri setiap perempuan Indonesia hingga hari ini.

Wakil Ketua DPD RI, GKR Hemas mengungkapkan hal tersebut dalam sambutannya di Kg.D Bangsal Sasana Hinggil Dwi Abad, Selasa (21/04) malam. Gelaran tersebut turut dihadiri langsung oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, bersama GKBRAA Paku Alam, GKR Condrokirono, GKR Hayu, KPH Notonegoro, segenap jajaran Forkopimda DIY, perwakilan organisasi perempuan di daerah istimewa Yogyakarta, serta segenap tamu undangan.

“Malam ini bukan sekedar pertunjukan seni, ini adalah ruang refleksi, ruang penghormatan, sekaligus ruang peneguhan bahwa semangat Kartini terus hidup tidak hanya dalam sejarah, tetapi dalam diri setiap perempuan hari ini. Kartini berbicara tentang keberanian berfikir dan bertindak melampaui zamannya. Ia adalah kita, perempuan yang hadir di berbagai lini kehidupan, yakni sebagai pemimpin, penggerak budaya, pendidik, pekerja, ibu, sekaligus penjaga nilai-nilai luhur bangsa,” ungkap GKR Hemas.

Dimeriahkan oleh kolaborasi Yogyakarta Royal Orchestra dan Yogyakarta Royal Choir yang hampir seluruhnya diisi oleh musisi perempuan, konser ini menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan Kartini dalam mendorong emansipasi, khususnya dalam memperjuangkan kesetaraan dan akses pendidikan bagi perempuan di Indonesia. Pun, dengan menampilkan perempuan sebagai pusat harmoni, Warawaditra berhasil merepresentasikan bahwasanya perempuan memiliki ruang, kapasitas dan kekuatan untuk berkarya setinggi-tingginya.

“Perempuan punya kuasa atas dirinya, mereka berdaulat dan merdeka dalam menentukan langkahnya. Semoga semangat ini terus hidup dalam setiap langkah kita,” jelas GKR Hemas.

GKR Hemas berpesan, perempuan memiliki peran yang sama pentingnya dalam menjaga warisan budaya, bahasa, dan identitas bangsa. Karena itu, perempuan didorong untuk tidak sekadar mengenang, melainkan melanjutkan perjuangan yang telah dirintis Kartini.

“Maka menjadi Kartini hari ini bukan sekadar mengenang, tetapi melanjutkan. Bukan sekadar merayakan, tetapi mengambil peran. Kita semua perempuan yang hadir di sini adalah Kartini dalam kehidupan kita masing-masing,” tegas Wakil Ketua DPD RI tersebut.

Konser ini turut dimeriahkan oleh penampilan lima solois ternama serta peragaan busana spesial dari abdi dalem estri yang semakin memukau suasana. Adapun para solois yang tampil antara lain Riana Heath (solo violin), Tutty Zefanya Sianturi (solo trumpet), Victoria Ilona Asandra (solo gitar), Rachel Nadia Abiela (solo piano), dan Win Yovina Thopandi (solo vokal).

Berlangsung selama kurang lebih dua jam, gelaran ini menghadirkan 10 repertoar yang dipersembahkan kepada para penonton. Repertoar yang dibawakan meliputi Ibu Kita Kartini, Ibu Pertiwi, Melati di Tapal Batas, Melati Suci, hingga Concerto Pertiwi. Sejumlah lagu seperti Lela Ledhung, Langgam Wanita Utama, Langgam Putri Mataram, dan Jenang Gulo turut mengiringi peragaan busana, sementara Pantang Mundur dan Ibu Kita Kartini kembali dibawakan sebagai penutup rangkaian pertunjukan.

Peragaan busana perempuan Keraton Yogyakarta dari abdi dalem estri kian menyemarakkan acara. Busana yang ditampilkan diantaranya: busana Abdi Dalem Keparak seperti semekan ubet-ubet, kampuh keparak, hingga kampuhan dengan janggan untuk peran manggung, pengampil, serta bedhaya dan dhudhukan, hingga berbagai busana gladi seperti padintenan, ubet-ubet, kampuh, semuwan, dan rompen, serta ragam lainnya seperti palawija, langen kusuma, gladhi resik putra dalem putri dan kapten, panji, sresan, jajar, kanca sewidak, emban, inya, suster, tangkeban, janggan, sipat bupati putri, hingga abdi dalem putri mirunggan.

Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *