Yogyakarta,REDAKSI17.COM– Siap digelar, sebanyak 10.000 pelari akan meramaikan Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026 pada 21 Juni 2026 mendatang. Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X pun memberikan dukungan penuh sekaligus mendorong lahirnya berbagai kreativitas guna menciptakan efek berganda yang lebih luas dari pelaksanaan event lari berskala internasional ini.
Saat menerima Regional CEO Bank Mandiri Region VII/Jawa 2, Iwan Tri Imawan beserta jajaran di Gedhong Pareanom, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, pada Kamis (23/04), Sri Paduka salah satunya mengusulkan agar pelaksanaan MJM dapat dikoordinasikan dan dikolaborasikan bersama Dinas Pariwisata DIY. Utamanya, yakni terkait pencantuman MJM dalam Calender of Event tahunan DIY serta menghadirkan scan QR Code ‘Visiting Jogja’, aplikasi yang ditujukan bagi masyarakat umum untuk memudahkan dalam mencari informasi wisata, kuliner dan event yang ada di Yogyakarta.
“Nanti di nametagnya mungkin bisa ditambahkan scan QR Code aplikasi Visiting Jogja untuk memudahkan para tamu kita juga di sini. Biar mereka bisa akses langsung, seperti di mana sih rumah sakit terdekat, atau kalau mau naik kereta di mana stasiunnya. Bisa juga kalau mau cari kuliner khas di situ. Sekarang bisa dimudahkan dengan scan QR Code Visiting Jogja,” ujar Sri Paduka.
Selain itu, para pelari juga dapat diajak untuk menjadi bagian dari promosi wisata daerah. Caranya, yaitu dengan mengadakan lomba selfie berlatar lokasi wisata atau situr bersejarah setempat yang dilewati.
Lebih lanjut, Sri Paduka menuturkan, tak hanya menggandeng komunitas lari, MJM juga bisa menggandeng influencer lokal dalam mempromosikan event agar semakin luas masyarakat dari berbagai kalangan yang dapat mengetahui kegiatan ini. Sehingga mungkin masyarakat yang tidak mengikuti lari dapat turut meramaikan venue yang menghadirkan berbagai UMKM.
Sri Paduka juga menyarankan, apabila MJM menghadirkan panggung kesenian, maka diharapkan dapat memberikan ruang bagi para pegiat seni yang belum memiliki nama besar. “Biar mereka juga mempunyai ruang untuk tampil,” kata Sri Paduka.
Demi kenyamanan seluruh pihak dan kelancaran penyelenggaraan acara, Sri Paduka menyampaikan, kelancaran internet dan sanitasi seperti pengadaan toilet menjadi hal yang turut perlu diperhatikan. “Mudah-mudahan lancar besok acaranya dan sebisa mungkin ada nilai tambahnya bagi semua,” pungkas Sri Paduka.
Pada kesempatan yang sama, Regional CEO Bank Mandiri Region VII/Jawa 2, Iwan Tri Imawan melaporkan, jika tahun lalu 9.000 lebih tiket MJM ludes dalam waktu 20 menit, pada tahun ini, 10.000 tiket MJM habis dalam waktu 15 menit. Mencerminkan tingginya animo masyarakat yang ingin mengikuti event ini, yang mana pelari yang turut serta tak hanya berasal dari lokal, tetapi juga internasional.
Iwan mengatakan, pihaknya pun akan menindaklanjuti pesan Sri Paduka. “Terutama bagaimana kita bisa menggandeng Dinas Pariwisata DIY untuk lebih memperkenalkan situs-situs yang mungkin sekarang belum dikenal oleh masyarakat luas. Ini ide yang sangat bagus sekali dalam bentuk mungkin barcode dan sebagainya. Ini akan kita tindak lanjuti, termasuk juga bagaimana kita melibatkan masyarakat dan sebagainya. Ini betul-betul masukan yang bagus buat kami dari Bank Mandiri,” sebut Iwan.
Iwan mengutarakan, dalam MJM 2026 terdapat beberapa kegiatan lain yang akan diselenggarakan sebagai wujud Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Di antaranya, seperti pemeriksaan kesehatan gratis dan sunatan massal. Ada pula lomba cheering dan bersih desa yang digelar pada 21 desa yang dilewati pelari MJM guna kian menyemarakkan event ini. Selain itu, meski belum memasuki tahap kurasi, Iwan juga memastikan akan dihadirkan kurang lebih sekitar 200 sampai 300-an UMKN pada hari pelaksanaan MJM 2026 di Prambanan mendatang.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa berkontribusi terhadap impact ekonomi dan sosial yang ada di Jogja. Karena kami sebagai institusi perbankan, perusahaan BUMN juga, kami harus juga berkontribusi terhadap impact ekonomi dan sosial ada di Kota Jogja ini,” terang Iwan.
Humas Pemda DIY





