UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta untuk membangun semangat gotong royong dalam memperindah Kota Yogyakarta melalui Gerakan Jogja Berhati Nyaman.
Ajakan tersebut disampaikan Hasto Wardoyo saat memimpin Apel Pagi Gerakan Jogja Berhati Nyaman di Halaman Balaikota Yogyakarta, Rabu (29/4). Apel pagi itu digelar sebagai persiapan pelaksanaan kerja bakti yang rutin dilaksanakan setiap hari Jumat.
Dalam arahannya, Hasto menegaskan bahwa kegiatan apel tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri RI Nomor 600.11/889/SJ Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, Indah (ASRI) yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
“Gerakan ASRI dicanangkan oleh Pak Presiden Prabowo Subianto melalui gerakan korve Ini sejalan dengan Jogja Berhati Nyaman, sehingga sebetulnya sudah tidak asing lagi. Hanya karena kita harus terstruktur, rapi, dan harus laporan dengan Kementerian Dalam Negeri,” jelas Hasto.
Menurut Hasto, sistem kerja bakti atau korve di Kota Yogyakarta akan dilaksanakan rutin setiap hari Jumat pagi pukul 07.00 hingga 08.30 WIB di 150 titik yang tersebar di seluruh wilayah kota.

Setiap kelompok telah dibagi dengan koordinator masing-masing agar kegiatan berjalan efektif dan hasilnya dapat dievaluasi.
Beberapa titik yang menjadi sasaran kerja bakti berikutnya di antaranya Jalan Nyi Pembayun, Jalan Ngeksigondo, Jalan Ki Penjawi, Jalan Rejowinangun, Jalan Gedongkuning sisi barat, Jalan Kemasan, hingga wilayah Kelurahan Purbayan.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo saat memberikan arahan Apel Pagi Gerakan Jogja Berhati Nyaman di Plaza Balaikota Yogyakarta, Rabu (29/4).

Dalam apel ini diikuti instansi yang akan terlibat langsung dilapangan  diantaranya, Puskesmas Kotagede, Kemantren Kotagede, Kelurahan Prenggan, Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Yogyakarta, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta, Kelurahan Rejowinangun, serta Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta.
Hasto meminta para ASN hadir dengan kesiapan penuh dan membawa perlengkapan kerja bakti. Ia bahkan menegaskan setiap peserta wajib membawa minimal dua alat, yakni sapu dan satu alat lainnya seperti arit, pacul, atau alat kebersihan lain. “Untuk absen kita lakukan di tempat. Kominfo sudah menyediakan. Jadi nanti teknisnya seperti itu,” ungkapnya.

Suasana kegiatan Apel Pagi Gerakan Jogja Berhari Nyaman.

Selain menekankan kebersihan untuk Kota Yogyakarta, Hasto juga memotivasi para ASN agar tetap bersemangat dalam bekerja. “Kesuksesan seseorang salah satunya ditentukan oleh kedisiplinan dan seberapa cepat memulai aktivitas setelah bangun tidur,” katanya.
Ia berharap, Gerakan Jogja Berhati Nyaman yang terintegrasi dengan Gerakan Indonesia ASRI ini menjadi budaya gotong royong, kebersihan, dan kepedulian terhadap lingkungan dapat terus tumbuh di kalangan ASN maupun masyarakat.