Jakarta,REDAKSI17.COM – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri puncak peringatan Hari Buruh Nasional 2026 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta.

Kehadiran Presiden bertujuan untuk menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan nyata bagi kaum pekerja.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengonfirmasi agenda tersebut sebagai bukti bahwa negara hadir di tengah keresahan buruh.

“Sebagai bentuk komitmen tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto diagendakan hadir pada puncak peringatan Hari Buruh Nasional 2026 yang akan diselenggarakan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta,” kata Qodari, dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Kamis (30/4/2026).

Qodari menjelaskan pemerintah menempatkan diri sebagai mitra, bukan lawan, dari elemen buruh.

Hal ini menanggapi berbagai tantangan ekonomi yang memicu kekhawatiran pekerja saat ini.

“Pemerintah ingin menegaskan satu hal, bahwa posisi pemerintah bukan berhadapan dengan buruh, melainkan berdiri bersama buruh,” tegasnya.

Menurut Qodari, pemerintah sangat memahami kecemasan masyarakat terkait ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK), kenaikan biaya hidup, hingga ketidakpastian ekonomi global.

Ia memastikan negara berperan aktif menjaga keseimbangan antara hak pekerja dan keberlangsungan lapangan kerja.

“Pemerintah mencatat dan memahami keresahan ini. Negara hadir sebagai pelindung pekerja sekaligus penjaga keberlanjutan lapangan kerja,” lanjut Qodari.

Lebih lanjut, ia menekankan keberhasilan dunia usaha dan kesejahteraan buruh adalah dua hal yang saling mendukung untuk mencapai tujuan ekonomi nasional.

“Kesejahteraan pekerja dan kesehatan dunia usaha bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan dua sisi dari satu tujuan yang sama,” pungkasnya.