UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo bersama masyarakat Kampung Gambiran, Pandeyan menyemai biji Pohon Gambir di Taman Pandeyan di bantaran Kali Gajah Wong pada Sabtu (9/5/2026). Kegiatan itu berkolaborasi dengan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta. Pemerintah Kota Yogyakarta mengapresiasi penyemaian biji Gambir sebagai upaya memperbanyak bibit Pohon Gambir untuk mendukung toponimi Kampung Gambiran.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengapresiasi penyemaian biji Pohon Gambir. Termasuk dari para mahasiswa KKN UPN Veteran Yogyakarta yang telah membantu penyediaan biji Pohon Gambir. Hasto menilai kegiatan itu tidak sekadar menyemai tapi juga memperkuat pondasi budaya dan ekologi. Penyemaian biji Gambir adalah salah satu langkah proenvironment atau prolingkungan.

“Gambir sebagai bagian dari representasi Kampung Gambiran menjadi bagian yang bisa menjadi penanda lingkungan di sini. Terutama kampungnya sudah bernama Kampung Gambiran, tapi pohon gambirnya tidak ada atau habis. Tapi alhamdulillah kegiatan KKN UPN ini maka Insya Allah Kampung Gambiran akan ditumbuhi pohon-pohon Gambir yang luar biasa,” kata Hasto saat penyemaian biji Pohon Gambir di Taman Pandeyan.
Hasto yang juga berprofesi sebagai dokter menegaskan Gambir memiliki manfaat bagi kesehatan karena mengandung antibiotik untuk membunuh bakteri dan antioksidan mencegah sel-sel tubuh mati. Tradisi orang tua Jawa dulu menggunakan Gambir untuk menginang. Pada era modern Gambir digunakan sebagai bahan kosmetik.

“Oleh sebab itu makna dari menanam Gambir bukan semata untuk reboisasi dan penanda budaya dan toponimi Kampung Gambiran. Tapi makna lebih jauh lagi bisa diimplementasikan menjadi barang-barang produksi yang meningkatkan ekonomi masyarakat. Karenanya saya mohon teman-teman KKN juga menginisiasi kegiatan produktif bagi masyarakat di Gambiran yang masih menganggur,” terangnya.
Hasto menyatakan penanaman biji Pohon Gambir ini memiliki pesan kuat yaitu Gambir bukan hanya sebagai simbol sejarah Kampung Gambiran. Tetapi juga simbol ketahanan ekologi. Menanam kembali Pohon Gambir berarti memulihkan ingatan kolektif, memperkuat identitas kampung, sekaligus menjadi langkah nyata dalam menjaga lingkungan.
Diakuinya menanam Gambir tidak mudah apalagi di tempat baru. Namun harus banyak diujicoba disemaikan dulu, nanti dilihat tumbuhnya seperti apa. Setelah itu baru dipindah di polybag dan ditanam. Penyuluh pertanian dari Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta juga diminta mendampingi.
“Tapi saya yakin karena dulu di sini konon banyak Pohon Gambir, sehingga dalam pikiran saya yang positif bahwa di sini ekologinya dan ekosistemnya cocok untuk Gambir. Mudah-mudahan menjadi bagian toponimi yang bisa dihidupkan kembali,” tambah Hasto.

Sementara itu Ketua Kampung Gambiran Susilo Edy mengatakan penyemaian biji Pohon Gambir dibutuhkan masyarakat Kampung Gambiran untuk mendukung toponimi Kampung Gambiran yang dulunya berawal dari Alas Gambir. Sebelumnya masyarakat sudah mencoba menanam sejumlah bibit pohon Gambir tapi kurang menggembirakan karena ada yang mati.
“Sehingga kita butuh sekali. Karena rencana kita besok itu setiap rumah kalau bisa ada pohon Gambirnya. Di sepanjang Sungai Gajah Wong, halaman-halaman ditanami Pohon Gambir,” papar Susilo.
Sedangkan Ketua Kelompok Mahasiswa KKN UPN Veteran Yogyakarta yang ditugaskan di Kampung Gambiran, Muhammad Hauzan Akif menyampaikan awalnya mendengar cerita-cerita dari warga itu sebelumnya terkait penanaman bibit Pohon Gambir di Gambiran yang sebagian mati. Beruntung salah satu teman kelompok mereka orangtuanya tinggal di Kepulauan Riau menanam Pohon Gambir. Kemudian dikirimkan biji-biji Pohon Gambir dari Riau untuk disemai dan ditanam di Kampung Gambiran.
“Untuk prosesnya itu sekitar dua sampai tiga bulan nanti udah bisa dipindahin ke polybag kecil. Setelah itu tunggu pohonnya sekitar 15 cm sampai 20 cm itu udah bisa dipindahin ke tanah. Jadi prosesnya dari semai sampai pindah ke tanah itu perlu sekitar empat bulan,” jelas Ronald Ansar mahasiswa KKN UPN Veteran Yogyakarta yang orangtuanya memiliki Pohon Gambir.