Beranda / Nasional Dan Internasional / PM Israel Sebut Perang dengan Iran Belum Berakhir

PM Israel Sebut Perang dengan Iran Belum Berakhir

Warga berkumpul untuk memprotes kebijakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu/ Foto: middle east monitor

Teheran,REDAKSI17.COM – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Minggu bahwa perang dengan Iran belum berakhir, demikian yang dilaporkan Anadolu .

“Perang dengan Iran belum berakhir, dan fasilitas pengayaan uranium harus dibongkar dan uranium yang sangat diperkaya harus disingkirkan,” kata Netanyahu kepada CBS News AS dalam sebuah wawancara, yang cuplikannya diposting oleh situs berita Israel Walla.

Dia mengatakan bahwa tujuan perang AS/Israel melawan Teheran termasuk menyingkirkan uranium yang diperkaya, membongkar lokasi pengayaan, menghentikan produksi rudal balistik, dan menetralisir proksi Iran di kawasan tersebut.

“Masih ada pekerjaan yang harus dilakukan karena Iran masih memiliki kemampuan, meskipun kita telah secara signifikan mengurangi kemampuan tersebut,” klaimnya.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Subianto Ulang Tahun Mendapat Ucapan dari Tokoh Lewat Media Sosial

Netanyahu mengatakan ada kemungkinan untuk masuk dan mengambil uranium dari Iran, menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut, tetapi mengklaim bahwa Presiden AS Donald Trump mengatakan kepadanya: “Saya ingin masuk ke sana.”

Pada hari Sabtu, media Israel mengklaim bahwa Trump berjanji kepada Netanyahu bahwa ia tidak akan membuat konsesi apa pun terkait masalah uranium Iran, sementara Tel Aviv menunggu keputusan Washington tentang masa depan hubungannya dengan Teheran.

Saluran televisi Israel Channel 13, mengutip seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa Israel terus menunggu dan mengantisipasi keputusan Trump tentang Iran.

Baca Juga:  Pernyataan Nafa Urbach Tentang Tunjangan Perumahan Anggota DPR RI Dikecam Warganet

Pada Minggu pagi, Iran mengirimkan tanggapannya kepada para mediator Pakistan terkait proposal terbaru AS untuk mengakhiri perang, demikian dilaporkan kantor berita IRNA milik pemerintah Iran, tanpa memberikan rincian tentang isinya.

Ketegangan regional meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026 yang memicu pembalasan dari Teheran terhadap Israel serta sekutu AS di Teluk, bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April 2026 melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan yang langgeng.

Gencatan senjata tersebut kemudian diperpanjang oleh Trump tanpa batas waktu yang ditentukan, membuka jalan bagi diplomasi untuk solusi permanen bagi perang tersebut. (ndi/middle east monitor)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *