“Negara-negara Teluk sekarang mengerti bahwa mereka harus memilih. Apakah lebih mungkin mereka akan diserang oleh Iran atau Israel?” kata Huckabee dalam percakapan dengan presenter televisi Israel, Hila Korach, pada Selasa.
“Mereka melihat bahwa Israel membantu kita dan Iran menyerang kita. Israel tidak mencoba untuk mengambil alih tanah Anda dan tidak mengirimkan rudal kepada Anda,” katanya menambakan.
Huckabee, seorang pendeta Baptis dan pro-Zionis, mengatakan bahwa dia yakin lebih banyak negara Arab sekarang akan bergabung dengan Kesepakatan Abraham Presiden AS Donald Trump. Ia yakin negara-negara Arab akan menormalisasi hubungan mereka dengan Israel.
Hal ini terjadi meskipun ada kemarahan publik yang meluas di seluruh dunia Arab atas genosida Israel di Gaza. Ada ketidakpuasan yang berkembang pesat terhadap kedekatan hubungan AS-Israel di kalangan publik Amerika.
Sebagai bagian dari percakapan di Tel Aviv tersebut, Huckabee mengonfirmasi bahwa Israel mengirimkan baterai pertahanan udara Iron Dome ke UEA serta tentara untuk mengoperasikannya. Baterai itu diperlukan lantaran negara Teluk tersebut menjadi sasaran serangan terberat dari Iran.
“Mengapa demikian? Karena ada hubungan luar biasa antara UEA dan Israel berdasarkan Perjanjian Abraham,” kata Huckabee.
Komentarnya menandai konfirmasi resmi pertama tentang bantuan yang diberikan Israel kepada UEA di tengah perang AS-Israel melawan Iran.
Axios melaporkan bulan lalu bahwa Israel mengirimkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke negara Teluk tersebut. Israel mengirimkannya bersama dengan personel untuk mengoperasikan.
Financial Times kemudian melaporkan bahwa Israel juga mengirimkan sistem pertahanan laser Iron Beam ke UEA untuk melindungi dari drone dan rudal Iran.
UEA termasuk di antara negara yang paling banyak menjadi sasaran selama perang. Otoritas berwenang mengatakan bahwa Iran meluncurkan sekitar 550 rudal balistik dan jelajah serta lebih dari 2.200 drone ke negara tersebut.
Meskipun sebagian besar rudal dan drone berhasil dicegat, serangan-serangan tersebut telah merusak status negara-negara Teluk sebagai surga pariwisata mewah dan pusat keuangan.
Serangan Iran juga menyebabkan kerusakan material. Perusahaan Minyak Nasional Abu Dhabi mengatakan pada Selasa bahwa pabrik gas alam utama UEA baru akan kembali beroperasi penuh tahun depan setelah dua kali menjadi sasaran serangan Iran.
Fasilitas pengolahan Habshan hanya beroperasi sekitar 60 persen dari kapasitasnya, dengan rencana untuk kembali beroperasi penuh pada tahun 2027.
Negara-negara Teluk menentang perang AS terhadap Iran. Tetapi ketika pertempuran dimulai, mereka umumnya mendukung AS, yang merupakan mitra keamanan utama mereka.
Arab Saudi dilaporkan telah membantu AS melancarkan perang terhadap Iran dengan menyediakan akses, pangkalan, dan penerbangan lintas wilayah yang lebih baik. Di sisi lain mereka juga mendukung upaya mediasi oleh mitra dekatnya, Pakistan.
Sebaliknya, UEA telah mengambil posisi yang lebih agresif.
Abu Dhabi secara terbuka dan pribadi melobi AS untuk terus menyerang Iran dan mencoba mencegah Pakistan untuk mempertemukan AS dan Iran dalam pembicaraan.
Wall Street Journal melaporkan pekan ini bahwa UEA melancarkan serangan ke Pulau Lavan di Teluk Iran pada awal April, sekitar waktu AS mengumumkan gencatan senjata.
UEA belum secara terbuka mengakui operasi tersebut. Serangan itu dilaporkan memicu kebakaran besar dan melumpuhkan sebagian besar kapasitas fasilitas tersebut selama berbulan-bulan.
Iran menggambarkan insiden itu sebagai “serangan musuh” dan menanggapi dengan serangkaian serangan rudal dan drone terhadap UEA dan Kuwait.





