Gondomanan,REDAKSI17.COM – Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 yang digelar di Benteng Vredeburg, Rabu (13/5). Ratusan lansia mengikuti berbagai rangkaian kegiatan mulai dari senam lansia, pentas seni, pembagian doorprize, hingga berkeliling museum. Kegiatan juga dilengkapi layanan pemeriksaan kesehatan mata gratis bekerja sama dengan Rumah Sakit Dr. YAP.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, mengatakan para lansia harus tetap semangat dan tidak merasa sendiri dalam menjalani masa tua. Ia menyebut lansia memiliki pengalaman hidup yang sangat berharga untuk menjadi bekal generasi muda.
“Kota Yogyakarta dipimpin oleh lansia. Pak Hasto Wardoyo usia 62 tahun, saya 61 tahun. Tapi Alhamdulillah semangat. Lansia itu wajib semangat. Kalau istilah lagunya Michael Jackson, ‘You Are Not Alone’,” ujarnya.
Menurutnya, lansia tidak boleh dipinggirkan, melainkan harus tetap diberi ruang untuk beraktivitas dan berkontribusi di masyarakat. Ia menekankan pentingnya sinergi antara generasi muda dan lansia.
“Anak muda punya masa depan, orang berusia atau lansia punya pengalaman. Ini yang harus sinergi dan kolaborasi. Lansia punya kesabaran, punya doa, dan doanya manjur,” katanya.
Wawan juga menyebut meningkatnya jumlah lansia di Kota Yogyakarta menunjukkan tingginya angka harapan hidup masyarakat. Saat ini persentase lansia di Kota Yogyakarta mencapai sekitar 16,12 persen, tertinggi di Indonesia.
“Yang penting para lansia tetap segar, tetap semangat untuk bersosialisasi. Jangan tinggal di rumah sendiri merasa kesendirian, karena itu yang membuat semangat luntur,” tambahnya.

Wawan Harmawan ikut cek kesehatan mata dari Dr YAP
Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta, Gunawan Adiputra, mengatakan HLUN menjadi momentum penting untuk mempererat komunikasi dan silaturahmi antar lansia. Ia menyebut berdasarkan data sensus terakhir, jumlah lansia di Kota Yogyakarta mencapai 67.061 orang atau sekitar 16,12 persen dari total penduduk sebanyak 415 ribu jiwa.
“Negara memandang bahwa lansia memegang peranan penting dan strategis. Bahkan ketika kami turun di masyarakat, yang paling aktif justru para lansia. Semangat juangnya sangat tinggi,” ungkapnya.

Senam lansia
Gunawan menambahkan kegiatan HLUN tahun ini dikemas tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai wadah apresiasi bagi lansia melalui pentas potensi, bakti sosial, hingga layanan kesehatan gratis.
“Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung acara ini, termasuk Baznas, Rumah Sakit Dr. YAP, dan Museum Benteng Vredeburg yang memberikan ruang untuk para lansia berkegiatan bersama,” katanya.

Foto bersama
Pada kesempatan tersebut, Penanggung jawab Unit Museum Benteng Vredeburg dan Museum Perjuangan Yogyakarta, Vincentius Agus Sulistya, menyampaikan bahwa lansia merupakan aset berharga layaknya koleksi museum yang menyimpan nilai sejarah dan pesan lintas generasi.
“Kalau di museum, lansia itu ibarat koleksi museum. Mereka bukan beban, tetapi aset. Dari mereka kita bisa mendengar cerita-cerita masa lalu yang sangat berharga,” ujarnya.
Ia menjelaskan kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari program Jebol Keran atau Jemput Bola Kelompok Rentan yang digagas Museum Benteng Vredeburg. Melalui program tersebut, lansia berusia di atas 60 tahun cukup menunjukkan KTP untuk mendapatkan akses masuk museum secara gratis.
“Kami ingin museum juga ramah untuk kelompok rentan seperti lansia, disabilitas, dan anak yatim. Karena sering kali yang menjadi sasaran hanya pengunjung usia produktif,” jelasnya.

Sembako untuk lansia
Salah satu peserta lansia berusia 80 tahun, Sukiyat Pamungkas, mengaku senang dapat kembali mengikuti kegiatan HLUN tahun ini. Ia berharap peringatan ini bukan yang terakhir dan tahun depan bisa lebih menarik juga menyenangkan.
“Saya memang sudah tua, tetapi semangat tetap membara,” ucapnya singkat penuh semangat.
