Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.Foto: (Eva Safitri/detikcom)
Jakarta,REDAKSI17.COM – Pasar keuangan Indonesia mengalami hari yang sangat buruk kemarin. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) terpuruk.
IHSG sempat melemah hingga 4% hingga ke level 6.400-an dalam perdagangan kemarin, meskipun di akhir hari IHSG ditutup di level 6.599. Sementara itu, nilai tukar Dolar meneken Rupiah hingga ke level terendah Rp 17.600-an per US$ 1.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons lemahnya pasar keuangan Indonesia. Dia mengaku tak masalah IHSG anjlok sebab semua bisa diperbaiki.
Baginya, melemahnya IHSG cuma permasalahan sentimen negatif jangka pendek belaka.
Sejauh ini, pondasi ekonomi Indonesia dijamin Purbaya sudah sangat baik. Maka dari itu, dia masih optimistis IHSG bisa membaik.
“Nggak apa-apa, nanti kita perbaiki. Kan fondasi ekonominya kan bagus, itu masalah sentimen jangka pendek aja. Jadi, saya akan fokus jaga pondasi ekonomi dengan memastikan pembangunan ekonomi tidak terganggu,” beber Purbaya di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Senin (18/5/2026).
Ketika ditanya soal sentimen yang mempengaruhi pasar keuangan Indonesia, Purbaya menyebutkan ada anggapan Indonesia bisa kembali ke krisis ekonomi 1998 karena melihat pelemahan Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS).
Baginya, apa yang terjadi saat itu jauh berbeda dengan saat ini. Dia menyebutkan kala itu ada salah kebijakan yang membuat ekonomi jadi anjlok.
“Oh ini kan banyak sentimen. Kalau Rupiah melemah seolah kita akan bergerak seperti 1998 lagi. Beda 1998 itu kebijakannya salah,” ujar Purbaya.
Di sisi lain, ekonomi Indonesia juga kala itu melambat hingga resesi sejak 1997. Nah, tahun ini ekonomi masih tumbuh dengan cukup cepat menurut Purbaya.
“Kita kan sekarang belum resesi. Ekonomi masih tumbuh kencang, jadi masih ada ruang untuk memperbaiki semua,” beber Purbaya.
Dia justru mengajak para investor tak usah takut menanamkan modalnya di bursa efek. Menurutnya, di tengah pelemahan harga ini menjadi waktu yang tepat untuk belanja saham dengan modal murah.
“Jadi, teman-teman nggak usah khawatir, investor pasar saham kalau saya bilang jangan takut serok ke bawah sekarang. Jadi, jangan lupa beli saham,” kata Purbaya.
Intervensi Pasar Obligasi
Purbaya menambahkan sudah dilakukan intervensi pada pasar obligasi sebesar Rp 2 triliun per hari. Dengan begitu, kata Purbaya, dalam beberapa waktu dekat ini Rupiah bakal kembali menguat.
“Kita sudah masuk ke bond market bertahap ya. Asing juga sudah masuk juga, jadi harusnya sih ke depan, minggu-minggu ini akan lebih stabil. Saya akan masuk setiap hari di bond market. Saya minta masuk 2 triliun setiap hari,” ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, usai dipanggil Presiden Prabowo, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Ia menjelaskan dana yang digelontorkan ke pasar obligasi itu berasal dari pengelolaan kas pemerintah, termasuk Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang nilainya mencapai Rp 420 triliun.
“Kan kita masih punya beberapa tempat kan. Itu kan hanya cash management saja, jadi nggak masalah, kan uangnya nggak hilang. Cuma diputar saja supaya ada sedikit sentimen positif di pasar obligasi,” terang Purbaya.
“Biasanya kalau sentimen positif di situ, biasanya asing juga ikut masuk dan Rupiah cenderung terkendali karena uangnya nggak keluar lagi. Yang asing nggak jual bond dan kabur keluar karena bond-nya stabil harganya. Artinya kalau stabil kan kalau yield-nya turun, kita targetkan bisa turun. Kalau yield-nya turun kan berarti harga bond-nya naik. Nanti ada potensi capital gain. Jadi harusnya pasar bond kita menarik,” sambung Purbaya menjelaskan.





