Pejalan kaki melintasi spanduk di Teheran, Iran. Foto/anadolu A A A
TEHERAN,REDAKSI17.COM – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan serangan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran pada akhir Februari dan perang yang terjadi kemudian merupakan “pelanggaran mencolok” terhadap Piagam PBB. Pernyataan itu muncul di tengah proses negosiasi yang berjalan lambat antara AS dan Iran. Baca Juga : Kondisi Terkini Vanessa Trump usai Didiagnosis Kanker Payudara, Mulai Jalani Perawatan “Piagam PBB tidak mengakui gagasan ‘perang yang diperlukan’ yang akan memberi [AS] hak untuk menggunakan kekuatan terhadap negara berdaulat lain berdasarkan keputusan sewenang-wenang dan sembrono dari para agresor,” kata Baghaei dalam unggahan di media sosial yang ditujukan kepada Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier. “Serangan Amerika-Israel terhadap Iran tidak dapat diremehkan atau diartikan hanya sebagai ‘perang yang tidak perlu’.”
Baghaei melanjutkan, “Itu adalah pelanggaran mencolok terhadap Pasal 2(4) Piagam PBB – tindakan agresi yang terang-terangan terhadap negara berdaulat. Setiap negara yang menghargai supremasi hukum dan Piagam PBB harus secara tegas mengutuk tindakan agresi ini dan menyerukan pertanggungjawaban.” Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bertemu dengan Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi yang sedang berkunjung untuk membahas proposal terbaru untuk mengakhiri perang dan perbedaan pendapat yang belum terselesaikan antara AS dan Iran, menurut media Iran.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan “ada sedikit pergerakan” menuju kesepakatan, tetapi “saya tidak ingin melebih-lebihkannya”. Angkatan laut IRGC Iran mengatakan 35 kapal melewati Selat Hormuz dengan izin Iran selama 24 jam terakhir. Satu serangan Israel di Deir Qanoun al-Nahr di Lebanon selatan menewaskan enam orang, termasuk dua paramedis dan seorang gadis, lapor Kantor Berita Nasional Lebanon.





