Ilustrasi.Foto: Rachman_punyaFOTO
Jakarta,REDAKSI17.COM – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mendorong kepemilikan rumah bagi masyarakat, termasuk kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)
Caranya melalui program kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi untuk MBR. Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menjelaskan KPR subsidi berbeda dengan KPR komersial karena batas maksimal penghasilan agar penyalurannya tepat sasaran bagi masyarakat desil tiga hingga delapan.
“Desil tiga sampai desil delapan itu sudah bisa diintervensi pakai KPR subsidi kalau dari sisi KPR,” ungkap Nixon dalam acara Jogja Financial Festival, Sabtu (23/5/2026).
Sementara untuk kelompok dengan pendapatan paling rendah, khususnya desil satu dan desil dua dengan penghasilan di bawah Rp 2,6 juta per bulan, dinilai masih sulit mengakses skema KPR.
Namun, Nixon mengatakan, pemerintah menyiapkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Melalui program ini, pemerintah memberikan bantuan sekitar Rp 20 juta hingga Rp 25 juta per rumah tangga untuk pembangunan atau perbaikan rumah.
Langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat berpenghasilan rendah memiliki rumah.
“Desil satu, desil dua atau penghasilan di bawah Rp 2,6 juta per bulan Ini pemerintah mengeluarkan apa yang namanya BSPS, Bantuan Stimulan Pembangunan Swadaya. Jadi pemerintah ngasih Rp 20 juta sampai Rp 25 juta per rumah tangga,” jelas Nixon.
Selain itu, pemerintah juga tengah mengkaji opsi tenor KPR subsidi hingga 40 tahun. Langkah ini diharapkan dapat membuat cicilan rumah menjadi lebih ringan untuk menjangkau banyak masyarakat berpenghasilan rendah.
“Hari ini pemerintah juga lagi mengkaji kalau KPR-nya sampai 40 tahun supaya lebih murah lagi angsurannya, mudah-mudah desil dua bisa dapat,” tutur Nixon.





