Beranda / Ekonomi dan Bisnis / INTP Bagi Dividen Rp 468/Saham, Saham MDKA Jadi Pendorong Kenaikan IHSG

INTP Bagi Dividen Rp 468/Saham, Saham MDKA Jadi Pendorong Kenaikan IHSG

Jakarta,REDAKSI17.COM -Market Overview Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,10% ke posisi 6.162,04 pada perdagangan Jumat (22/5). Penguatan indeks didorong kenaikan sejumlah saham berbasis komoditas dan tambang, terutama Merdeka Copper Gold (MDKA) yang melesat 24,77%. Selain itu, Emas Antam Indonesia (EMAS) naik 19,67% dan Bumi Resources Minerals (BRMS) menguat 11,50%.
Di sisi lain, saham-saham berkapitalisasi besar justru menjadi penekan indeks. Telkom Indonesia (TLKM) turun 2,67%, Astra International (ASII) terkoreksi 3,57%, sementara Bayan Resources (BYAN) melemah 4,53%.

Aksi jual investor asing masih berlanjut dengan catatan jual bersih Rp1,07 triliun di pasar reguler dan Rp 309,45 miliar di seluruh pasar. Dari sisi sektoral, mayoritas sektor bergerak di zona hijau. Sektor basic industry memimpin penguatan sebesar 6,85%, sedangkan sektor keuangan menjadi sektor dengan pelemahan terdalam sebesar 0,28%.

Sentimen positif juga datang dari bursa Amerika Serikat. Indeks Dow Jones naik 0,58% ke level 50.579, S&P 500 bertambah 0,37% menjadi 7.473, dan Nasdaq menguat 0,19% ke posisi 26.343. Memasuki perdagangan pekan ini, pelaku pasar diperkirakan masih mencermati perkembangan kebijakan sentralisasi ekspor komoditas strategis melalui PT DSI.

Di saat yang sama, pasar juga menunggu dampak rebalancing indeks MSCI yang mulai efektif pada 1 Juni. Kondisi tersebut tercermin dari pergerakan ETF EIDO yang relatif mendatar di level 0,08% dan MSCI Indonesia yang turun 0,95%.

Dari pasar global, FTSE Russell resmi mengeluarkan Dian Swastatika Sentosa (DSSA) dari indeks Large Cap. Sementara itu, Daaz Bara Lestari (DAAZ), Hillcon (HILL), dan Mulia Industrindo (MLIA) dicoret dari indeks Micro Cap.

FTSE menilai struktur kepemilikan saham DSSA terlalu terkonsentrasi dengan HSC mencapai 95,76%. Adapun DAAZ dianggap belum memenuhi ketentuan minimum saham publik, sedangkan HILL dan MLIA dikeluarkan terkait aktivitas perdagangan yang tidak biasa.

Perubahan tersebut berpotensi memicu arus dana asing keluar lebih dari US$2,86 miliar. Kapitalisasi pasar Indonesia di FTSE juga diperkirakan turun di bawah US$88,15 miliar dengan jumlah emiten dalam indeks menyusut dari 39 menjadi 35 perusahaan. FTSE masih membuka kemungkinan revisi hingga penutupan perdagangan 5 Juni, sebelum komposisi final berlaku efektif pada 22 Juni 2026.

Berita Emiten
Singaraja Putra Tbk (SINI)
SINI berencana menerbitkan 721,50 juta saham baru melalui rights issue setelah memperoleh persetujuan RUPS pada 26 Mei mendatang. Dengan asumsi harga pelaksanaan Rp5.000 per saham, perseroan berpotensi memperoleh dana untuk mendukung akuisisi PT Kemilau Mulia Sakti (KMS), anak usaha Petrosea (PTRO), senilai sekitar Rp1,73 triliun.

Dalam skema transaksi tersebut, SINI akan membayar Rp1,51 triliun secara tunai saat penyelesaian akuisisi. Sementara sisa kewajiban sebesar Rp218,40 miliar ditambah bunga 7,5% per tahun akan dibayar bertahap hingga akhir 2028 menggunakan kas internal. Posisi kas dan setara kas SINI per 2025 tercatat sebesar Rp33,56 miliar.

Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)
INTP memutuskan membagikan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp468 per saham atau total Rp1,54 triliun. Nilai tersebut setara 68,35% dari laba bersih perseroan.

Meski pendapatan INTP turun 4,40% secara tahunan menjadi Rp17,73 triliun, laba bersih perseroan justru naik 12,04% menjadi Rp2,25 triliun. Laba per saham juga meningkat menjadi Rp674,50 dibandingkan Rp591,49 pada tahun sebelumnya.

Pada penutupan perdagangan terakhir, saham INTP berada di level Rp4.900 per saham dengan dividend yield sekitar 9,55%. Dari sisi valuasi, saham INTP diperdagangkan pada PBV 0,74 kali dan PER 7,64 kali trailing twelve months (TTM).

Jadwal cum dividen ditetapkan pada 3 Juni, sedangkan pembayaran dividen akan dilakukan pada 19 Juni 2026.

Rekomendasi Saham Hari Ini
TINS – Buy 3530-3580 | TP 3650-3720 | SL 3380

TINS
Transaksi di sini
Powered by

ADMR – Buy 1460-1480 | TP 1500-1520 | SL 1380

ADMR
Transaksi di sini
Powered by

INDY – Buy 2420-2460 | TP 2530-2570 | SL 2300

INDY
Transaksi di sini
Powered by

WIFI – Buy 2080-2120 | TP 2160-2200 | SL 1980

WIFI
Transaksi di sini
Powered by

DEWA – Buy 368-378 | TP 386-398 | SL 352

DEWA
Transaksi di sini
Powered by

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *