Pantaslah jika peninggan-peninggalan bangunan kuno, tradisi dan budayanya sangat kaya dan beragam sehingga banyak mempengaruhi dan diadopsi oleh kerajaan2 lain di Nusantara. Seperti kerjaan Sunda dan Bali contohnya yang sangat kental budaya Jawa nya, juga di Kerajaan Palembang, Kesultanan Kutai ing Martadipura, Kesultanan Riau dll.
Berikut adalah naskah Purana dan teks Hindu utama yang memuat referensi tentang Jawa:
Vamana Purana: Menyebutkan lokasi geografis wilayah timur dan aktivitas pelayaran kuno, di mana kepulauan Nusantara termasuk Jawa dikenal dalam kosmologi Hindu sebagai pusat penyebaran kebudayaan.
Markandeya Purana: Mengisahkan perjalanan epik Rsi Markandeya yang berlayar dari India melalui Sumatra menuju Jawa (Gunung Demalung) sebelum akhirnya menyebarkan agama Hindu dan membangun Pura Besakih di Bali.
Brahmanda Purana: Teks ini merekam catatan aktivitas maritim kuno dan pelayaran dari pelabuhan di pesisir Odisha (Kalinga, India) yang membawa ribuan kapal dagang menuju Jawa dan Semenanjung Malaya.
Referensi Astronomi (Aryabhata): Walaupun bukan kitab Purana, karya astronom India abad ke-5 M, Aryabhata, menyebutkan istilah Yavakoti (sering diidentifikasi sebagai Jawa) untuk mendeskripsikan perhitungan garis bujur dan waktu bumi. [1, 2, 3, 4, 5, 6]
Naskah Purana dari India secara spesifik menyebut Pulau Jawa sebagai Yavadvipa (Pulau Jelai atau Padi). Kitab-kitab ini menempatkan Nusantara di wilayah geografis luar yang disebut Dvipantara dan mencatat sejarah awal hubungan maritim dari India ke kepulauan Nusantara. [1, 2, 3]





