Jakarta,REDAKSI17.COM – Aktivis demokrasi sekaligus Direktur Jaringan Moderat Indonesia, @islah_bahrawi, mengungkap pengakuan mengejutkan di Instagram pribadinya terkait intimidasi yang dialaminya dalam beberapa waktu terakhir.
Dalam 10 hari terakhir rumah saya “dikepung” oleh beberapa oknum yang saya yakini tentara. Mereka merekam siapapun yang beraktivitas di rumah dan lalu menguntit kemanapun saya pergi. Mereka juga memetakan dan mempelajari setiap lekuk teritorial di seputaran tempat saya tinggal. Mereka menyatroni rumah saya tanpa henti, dari pagi hingga pagi lagi.
Mengapa saya menggunakan istilah “kepung”? Mereka hilir mudik di sekitar rumah saya, memotret dan memantau secara tertutup atau terbuka – seolah rumah saya markas musuh yang setiap penghuninya adalah ancaman terhadap negara. Mereka kerap menanyakan rutinitas saya kepada tetangga sekitar, termasuk detil penghuni rumah. Mereka menyampaikan pesan bahwa saya sedang diawasi dan ditandai.
Suasana Orde Baru telah lahir “caesar” di beranda rumah saya. Dwifungsi ABRI, Kopkamtib dan UU Subversif di negara ini sudah tak ada lagi, tapi segelintir orang berusaha menghadirkan ruhnya kembali. Ini terasa jelas, setidaknya saya sendiri telah mengalami denyutnya. Mungkin saja karena saya dianggap aktivis demokrasi atau karena seringkali mengkritik remiliterisasi, tapi yang jelas wajah-wajah anti supremasi sipil itu seliweran di seputaran rumah saya.





